TKD Jokowi-Ma’ruf Lampung Akui Kaget atas Kehadiran Bos Sugar Group

BANDARLAMPUNG – Kemunculan petinggi PT. Sugar Group Companies (SGC) Purwanti Lee dan Gunawan Yusuf di kampanye Jokowi di Lampung beberapa waktu lalu menimbulkan rasa kaget di Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Lampung. Alasannya ada kekhawatiran, keharmonisan di atas panggung hiburan antara Jokowi dan pimpinan perusahaan perkebunan tebu yang menguasai lahan dalam bentuk (HGU) di Lampung dapat menurunkan elektabilitas Jokowi – Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Menurut TKD pemenangan Jokowi – Ma’ruf, banyak protes terkait HGU milik PT SGC, dapat mempengaruhi dukungan masyarakat.

“Ya, namun kita tetap berfikir positif saja lah,” ujar Ketua TKD Lampung, Dedi Afrizal, sebagaimana dilansir media online di Lampung.

Menurut Dedi, dia kaget atas kehadiran dua bos PT. SGC, Purwanti Lee dan Gunawan Yusuf saat acara kampanye di Lampung Tengah dan PKOR Wayhalim. Meski begitu, Dedi menganggap kampanye berjalan sukses, karena mampu mengumpulkan massa cukup banyak.

“Alhamdullilah cara itu berjalan sukses, mudah-mudahan tidak berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan,” kata dia.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila), Dedy Hermawan, menilai kehadiran korporasi SGC dalam acara Jokowi tentu sangat menganggu rakyat Lampung.

“Kehadiran bos PT. SGC dalam acara ada kemungkinan mempengaruhi perolehan suara Jokowi di Lampung. Karena rakyat akan memilih calon presiden yang memperlihatkan keberpihak terhadap kepentingan rakyat, termasuk kepentingan atas tanah,” tegas dia.

Sebelumnya diberitakan Bos PT. SGC, Gunawan Yusuf dan Purwanti Lee ikut Jokowi di acara deklarasi dukungan ke paslon 01 di Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (8/3). Selain keduanya, ikut juga mendampingi beberapa kepala daerah di Lampung bersama Gubernur- Wakil Gubernur Lampung terpilih, Arinal Djunaidi-Chusnunia (Nunik).

Gunawan Yusuf berpakaian putih terlihat mendampingi Jokowi di atas panggung deklarasi. Sementara Purwanti Lee dengan pakaian warna hitam ikut berdiri mendampingi Jokowi. Lalu terlihat juga Arinal Djunaidi, Chusnunia dan Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus turut naik diatas panggung.

Setelah deklarasi dukungan petani, nelayan, dan buruh bertajuk Jokowi Sekelik Lampung di Lapangan Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, Lamteng, Gunawan dan Purwanti Lee kembali mendampingi Jokowi pada acara serupa di PKOR Wayhalim, Bandarlampung. Di PKOR Wayhalim, para alumni perguruan tinggi dan pelajar SMA yang deklarasi mendukung paslon 01.

Untuk diketahui keberadaan PT. SGC kerap mendapat sorotan. Bahkan baru-baru ini, Serikat Mahasiswa Dan Pemuda Lampung (SIMPUL) menyampaikan aspirasi ke DPRD dan Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo.

Dalam asiprasinya, Rosim Nyerupa selaku koordinator aksi menyampaikan harapan mengenai gugatan terhadap perusahaan PT. SGC. Dia mendorong Pemprov Lampung serius mengkaji kembali polemik sengketa perusahaan PT. SGC demi tegaknya keadilan rakyat ditanah Lampung. Untuk itu, pihaknya mendorong dan meminta Ridho membuat kebijakan yang pada intinya melakukan pengukuran ulang terhadap lahan SGC.

“Diakhir masa jabatan pak gubernur ini, harus membekas ditengah masyarakat. Selaku kepala daerah, semoga pak gubernur berpikir yang sama dengan Presiden Jokowi untuk menyikapi persoalan HGU lahan ini demi kemaslahatan umat di Lampung khususnya,” tegas Rosim.

Selain itu, Gubernur Ridho, juga harus bertanggung jawab dalam urusan ini. “Maka tidak dapat kita pungkiri keterkaitan PT. SGC dalam realitas politik lokal di Lampung juga berdampak. Lebih-lebih kami tidak percaya ke gubernur mendatang akan mampu menyelesaikan permasalahan ini sebab dengan berbagai sudut pandang kedekatan dengan SGC itu sangat nyata,” papar Rosim.

Dalam aspirasi tertulis yang diterima Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, koordinator aksi SIMPUL menyebutkan 5 tuntutan sebagai berikut :

Meminta Gubernur Lampung membuat kebijakan pengukuran ulang lahan, Meninjau kembali izin perusahaan dan aktivitas produksi. Mengintruksikan BPN melakukan pengukuran ulang lahan HGU secepatnya.

Mendesak Gubernur dan DPRD Lampung saling berkoordinasi atas tuntutan mahasiswa (SIMPUL) dan menindaklanjuti temuan-temuan Pansus DPRD Tulang Bawang.(red/net)