Ridho dan Timsel Bawaslu Lampung Kompak Sentil Cukong

BANDARLAMPUNG – Foto pertemuan antara Calon Gubernur Lampung nomor urut satu, HM. Ridho Ficardo dan anggota Tim Seleksi (Timsel) Bawaslu Lampung, Dr. (Cand) Yusdianto S.H., M.H. beredar di media sosial (medsos) whatsapp. Dalam foto itu, tampak keduanya sedang “berdiskusi” dan duduk berhadapan.

Ridho mengenakan baju kemeja lengan pendek warna hijau dibalut kopiah hitam. Sementara Yusdianto yang juga dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Lampung (Unila) memakai baju koko lengan panjang warna putih. Diduga foto ini diambil saat keduanya Sabtu (9/6) malam hadir diacara buka puasa bersama dan diskusi bertema Budaya Lampung dan Problem Milenial. Acara yang dihelat Media Online Rilis.Id Lampung ini di pusatkan di Pondok Rimbawan, Bandarlampung. Hadir juga pada acara itu Komisioner Bawaslu Lampung, Iskardo P Panggar dan Komisioner KPU Lampung, Tyo Aliansyah.

Sebelumnya baik Ridho maupun Yusdianto sebagaimana dilansir berbagai media banyak menyorot keterlibatan “cukong” diperhelatan pilgub Lampung. Menurut Ridho kini ada gejala gangguan sistematis guna merubah suara rakyat. Hal ini disebabkan tingkahlaku satu oknum cukong bermata sipit dan berambut panjang yang berusaha membuat kepemimpinan Lampung seperti boneka.

“Cukong mata sipit dan berambut panjang ini hanya satu orang, kalau tersinggung jangan baper, kan saya sudah terangkan cirinya,” tutur Ridho di acara buka puasa bersama di Mapolda Lampung, Rabu (6/6) lalu.

Menurut Ridho, tentang siapa satu oknum cukong rambut panjang mata sipit yang dimaksud, semua orang termasuk aparat penegak hukum seperti polisi, sudah mengerti. Untuk itu, dia minta kalimatnya soal “mata sipit” dikaji mendalam.

“Jadi jangan baper. Kalau baper mikirnya ngaco, kalau sudah ngaco pas ditanya lalulintas jawabnya disabilitas. Jika ikut maunya satu orang oknum cukong rambut panjang mata sipit, berantakan semua,” terangnya.

Ridho berpesan, oknum cukong ini jangan sampai merusak pluralisme di Lampung. Dimana Lampung menjadi salahsatu daerah yang memiliki banyak pendatang, baik itu suku Jawa, Bali, bahkan Tionghoa dan lainnya. “Jangan sampai justru karena harus ikut mau satu orang oknum cukong rambut panjang mata sipit, berantakan semuanya,” harapnya.

Yusdianto pun pernah menjawab tudingan miring dirinya yang selalu “menyerang” kehadiran Purwanti Lee, bos PT. Sugar Group Companies (SGS) dalam kampanye Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi- Chusnunia. Menurutnya adanya anggapan jika dia selalu “nyinyir” soal kehadiran Bu Lee, sangat tendensius dan penuh kemarahan.

Mengapa ? Karena dia mengaku sekedar mengingatkan dan menekankan demokrasi yang sedang dibangun bukan murahan. Tapi sangat mahal.

“Untuk itu mari kita jaga dan kita bangun demokrasi ini hanya dari untuk dan oleh rakyat dari campur tangan siapapun apalagi campur tangan cukong dan kacung politik,” tegas Yusdianto belum lama ini.(red)