“Pilih Ketua PWNU Lampung yang Peduli sama Jamaah”

BANDARLAMPUNG – Konferensi Wilayah (konferwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung secara resmi, kemarin dibuka. Pada kesempatan ini M. Alzier Dianis Thabranie yang juga putra pendiri NU di Lampung, Drs. H. Thabranie Daud serta pernah menjabat sebagai Mustasyar PWNU Lampung, berdoa agar pelaksanaan konferwil PWNU dapat berjalan tertib dan lancar.

Selain itu dia juga berharap para peserta konferwil ini memilih pemimpin PWNU Lampung lima tahun kedepan secara tepat. Pemimpin yang bisa membawa manfaat dan kemaslahatan bagi umat Islam, khususnya bagi warga NU di Lampung.

“Karenanya saya ingin tipikal Ketua PWNU Lampung lima tahun kedepan seyogjanya sosok pemimpin yang bisa menjadi imam bagi semua warga NU. Mengerti nilai-nilai ke-NU-an serta siap lahir-batin mengabdi untuk semua warga NU,” tutur Alzier ditengah-tengah arena konferwil PWNU di Pondok Pesantren Darussa’adah, Gunungsugih, Lampung Tengah (Lamteng), Kamis (8/3).

“Jadi jangan terbalik, malah jamaah yang mikirin imam. Misalnya saat akan ditangkap polisi, imam minta tolong pada jamaah. Ini tidak benar. Kepentingan jamaah harus diutamakan,”  tegas Alzier lagi.

Menurut Alzier, Ketua PWNU Provinsi Lampung kedepan sudah seharusnya dapat memikirkan warga NU. Bila mereka kesulitan dalam hal apapun, misalnya persoalan ekonomi dan lainnya, jangan takut untuk berkorban dan beramal. Bila tak ada harta yang disumbangkan, minimal bisa mencarikan jalan keluar atau solusi sehingga warga NU dapat merasa tenang dan diayomi.

 “Jadi jangan pelit. Sekali lagi jangan pelit dan terkesan “menjual” jamaah atau warga NU. Buat proposal mohon bantuan kesana-kemari. Harus tau dirilah, jika memang tidak sanggup, ya jangan mencalonkan diri sebagai Ketua PWNU Lampung. Pikirkan kepentingan umat NU yang lebih besar,” tandasnya.

Untuk diketahui Konferwil X PWNU dipusatkan di Pondok Pesantren Darussa’adah, Gunungsugih, Lampung Tengah (Lamteng),  8-10 Maret 2018. Konferwi akan diisi dua tahapan pemilihan. Pertama Rois Syuriah Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten/Kota se- Lampung akan rapat bersama menentukan tujuh orang sebagai formatur. Ketujuh formatur ini memiliki tugas menentukan dan menunjuk Ketua Rois Syuriah PWNU Lampung.  “Mekanisme ini lazim disebut Ahlul Halli Walaqdi.

Setelah pemilihan Ketua Rois Syuriah rampung, selanjutnya Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten/Kota se- Lampung menggelar rapat menyaring beberapa nama yang layak maju sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung. Bisa satu, dua, tiga atau beberapa nama yang diajukan. Kemudian nama-nama ini diserahkan ke Ketua Rois Syuriah PWNU Lampung terpilih untuk dimintakan restu dan persetujuan.

Bila Ketua Rois Syuriah menyetujui semua nama yang diajukan, maka nantinya digelar pemilihan oleh ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten/Kota se- Lampung. Sebaliknya jika Ketua Rois Syuriah terpilih hanya menentukan dan merestui satu nama, maka nama itu otomatis menjadi Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Lampung masa bhakti 2018-2023.(red)