Kaswan : Saya Mundur Ketua Golkar Lamteng karena Ketidakcocokan

BANDARLAMPUNG – Hi. Kaswan Sanusi, akhirnya angkat bicara perihal  pengundurannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Menurutnya suratnya yang kini beredar di media sosial adalah benar. Selain itu, prihal pengunduran diri tersebut sudah disampaikan ke Sekretaris DPD Partai Golkar Lampung, Supriyadi Hamzah.

“Informasinya benar. Itukan bukan hoax,” terang Kaswan Sanusi saat dikonfirmasi wartawan koran ini terkait keabsahan surat pengunduran dirinya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Lamteng, Kamis (11/1).

Menurut Kaswan Sanusi, pengundurannya tidak ada kaitan dengan agenda Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung, Juni 2018. Dimana ada kabar bahwa dia tidak mendukung Calon Gubernur (Cagub) Lampung Arinal Djunaidi, yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Lampung.

“Saya bukan penghianat. Saya memang dekat dengan Cagub Lampung yang juga Bupati Lamteng, Mustafa. Ini karena kekerabatan dan merupakan tetangga satu kampung. Tapi bukan karena alasan itu saya mundur. Saya sudah lama di Partai Golkar, saya sangat patuh dan loyal terhadap apapun kebijakan partai,” tegasnya.

Namun dirinya mundur lantaran adanya ketidakcocokan. Khususnya terhadap gaya kepemimpinan Arinal Djunaidi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Lampung.

“Tidak etis kalau saya ungkapkan. Biarlah saya yang memutuskan mundur sehingga tidak ada pertentangan di kemudian hari. Yang pasti perlu saya tegaskan, di partai ini saya semata mengabdi. Tanpa ingin menyombongkan diri, saya tidak mencari hidup di partai. Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, rezeki yang ada sangat berlimpah. Saya memiliki usaha dan penghasilan yang jelas, yang insyah Allah lebih dari cukup. Jadi ini tidak ada kaitan dengan politik, seperti ada pilgub dan lainnya,” tuturnya kembali.

Seperti diberitakan Kaswan Sanusi, yang juga merupakan mantan anggota DPRD Lamteng dikabarkan mengundurkan diri sebagai Ketua Partai Golkar Lamteng. Berikut bunyi surat pengunduran dirinya disampaikan Kaswan Sanusi.

*Hidup adalah pilihan…*

Yth. *Ketua Paguyuban & Rekan2 ketua DPD2 Partai Golkar* se-prov Lampung

Assalamualaikum…

Bersama ini saya sampaikan… bahwa mulai hari ini Kamis, 11 januari 2018 saya *MENGUNDURKAN diri dari jabatan ketua DPD PARTAI GOLKAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH…*
Ini sy lakukan dg penuh kesadaran dan dg segala pertimbangan… _(surat resmi sdh sy kirimkan ke sekrtriat DPD1 melalui Bang Supriadi Hamza)_

Mudah2an rekan2 semua bisa memahami…
Sy mohon maaf bila ada hal2 yg kurang berkenan dan juga terima kasih atas kerjasama kita selama ini…

Demikian utk dimaklumi dan mudah2an silaturahmi kita tetap terjaga… terima kasih

Wassalam
*Kaswan Sanusi*

Selain Kaswan Sanusi, sebelumnya Miswan Rodi, anggota DPRD Lampung juga menyatakan mundur dari Partai Golkar. Miswan lebih memilih bergabung dengan Partai Nasdem. Miswan Rodi mengungkapkan alasan mundur lantaran kecewa dengan Arinal Djunaidi, Ketua DPD Partai Golkar Lampung. Atas kekecewaan ini, Miswan memutuskan hengkang dan bergabung Partai Nasdem.

“Akibat sikap saya ini tak mengapa saya harus kehilangan jabatan dan status sebagai anggota DPRD Lampung,” tutur Miswan Rodi, Rabu 19 Juli 2017 lalu.

Menurut Miswan waktu itu, pada hakekatnya dia masih mencintai Partai Golkar. Bagaimanapun dia tidak akan lupa terhadap Partai Golkar yang telah menjadikannya sebagai anggota DPRD Lamteng selama dua periode serta anggota DPRD Lampung.

Namun kini kondisi Golkar Lampung semasa dipimpin Arinal Djunaidi berbeda. Gaya kepemimpinan yang bersangkutan seperti mengelola perusahaan. Saling menonjolkan ego dan rasa individualisme. Tidak ada rasa solidaritas dan setia kawan. Yang muncul sikap saling curiga dan tidak percaya antara satu dengan lainnya.

Mirisnya lagi tidak ada pembelaan yang dilakukan oleh Arinal terhadap kadernya yang tertimpa masalah hukum. Padahal diakuinya masalah hukum yang menimpa dia beserta Azwar Yacub serta Joni Cornie, semata-semata terjadi demi membela Partai Golkar.

“Padahal tidak terhitung beberapa biaya yang telah saya keluarkan untuk membesarkan Partai Golkar, semua murni dana pribadi. Tapi ternyata tidak ada apresiasi sama sekali. Inilah yang mendorong saya untuk mundur dari Partai Golkar,” urai dia.

Tak hanya Kaswan dan Miswan, kader Partai Golkar Lampung lainnya, Jauharoh Haddad juga memilih mundur semasa kepemimpinan Arinal Djunaidi. Kader perempuan yang aktif di berbagai organisasi ini, kini memilih bergabung di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).(red)