Kasus Dugaan Pelecehan Pakaian adat Lampung Naik Dik

BANDARLAMPUNG – Kasus dugaan pelecehan adat budaya masyarakat Lampung yang diduga dilakukan oleh Seno Adji, ternyata naik ketahap penyidikan (dik). Kini penyidik Polda Lampung  dikabarkan memanggil para saksi untuk dilakukan pendalaman pada Senin (13/7).

”Kami telah menyelidiki unsur dugaan pidananya selama ini. Kini, kasusnya naik ke penyidikan, tahap pengumpulan bukti,” ujar penyidik Kriminal Khusus Polda Lampung yang tak mau disebutkan namanya sebagaimana dilansir situs Rmollampung.

Para saksi ini sudah menerima surat panggilan kasus tentang informasi dan transaksi elektronik yang ditandatangani Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Aswin Sipayung, SIK, MH, tertanggal 10 Agustus 2018.

Hendra Eman, salah seorang saksi, memposting surat panggilannya ke Grup WA Inilampung. Dia yang pertama mengomentari komentar Seno Aji di grup Whatsaap tersebut.

Panglima Elang Berantai, lewat Kantor Berita RMOLLampung, mengucapkan terimakasih atas kesungguhan Polda Lampung memeroses kasus beraroma SARA lewat transaksi elektronik tersebut. ”Masyarakat adat, Saibatin, Pepadun, dan tokoh adat provinsi lain memantau kasus ini, kata panglima dari Wayhandak, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu 12/8.

Seno Adji, ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Bandarlampung sebelumnya menyebut penutup kepala masyarakat adat Saibatin yang dipakai Amir Faisal Sanzaya seperti jin pencabut nyawa di Grup WA Inilampung. Grup tersebut berisi 165 anggota berlatar belakang politik, aktivis, dosen, wartawan, budayawan, wiraswasta, tim pilgub Lampung, seniman dan berbagai profesi lainnya.

Topi kikkat hanuang bani sakral bagi masyarakat adat karena miliki filosofis dan jadi kebanggaan masyarakat adat terhadap kebudayaan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Para panglima adat dan para kerabat Paksi Pak Skala Brak dari wilayah Selatan Wayhandak–pakai topi hanuang–mengawal Amir Faisal Sanzaya melapor ke Polda Lampung, Selasa (10/7).

“Kami para panglima adat Paksi Pak Skala Brak dari wilayah Selatan Wayhandak maupun wilayah Kabupaten Tanggamus mengutuk komentar Seno Adji,” ujar Panglima Alif.

Tak hanya itu, Anggota DPR RI yang juga merupakan tokoh adat Lampung Sai Batin H. KRH Hendri Yosodiningrat, SH., juga ikut tersinggung dengan pernyataan Seno Adji ini. “Kalian katakan dengan Seno Adji, “Jaga mulut nya nanti dia kena ****** oleh salah seorang keturunan Sai Batin dari Pesisir Barat,” pesan Hendri yang disampaikan dalam grup whatsapp.

Sikap Hendry Yosodiningrat mendapat komentar dari akun Resimen Khadafi, SH. “Sabar kandaku. Mudah-mudahan laporan kanda Amir Faizal Sanzaya dapat di proses di Polda Lampung, nanti dia dpt sentuhan lembut di dalam sel,” tulis Resimen.

Sebelumnya calon anggota DPD RI Amir Faizal Sanzaya tidak mempersoalkan ada permintaan maaf dari Seno Adji. Ini terkait dilaporkannya tim pemenangan cagub Arinal Djunaidi itu ke Polda Lampung. Yakni dalam kasus tudingan penghinaan pada topi adat ‘Kilat Hanuang Bani’ yang kerap dipakai oleh masyarakat Lampung Sai Batin.

“Secara pribadi saya tidak ada masalah. Tapi ini sudah menyangkut masyarakat adat. Jadi saya serahkan semuanya kepada penyimbang adat. Lagian kasus ini sudah masuk keranah hukum. Dan jika Seno Adji memang merasa benar, saya rasa tidak perlu juga untuk meminta maaf, biar proses hukum berjalan. Nanti ada pembuktian disana,” jelas Amir.

Sebelumnya saat membuat laporan masyarakat adat dipimpin oleh Panglima Alif Jaya, Karya Syamsuri. Sementara laporan ke SPKT Polda atas nama Amir Faizal Sanzaya.

“Kita melakukan pelaporan, atas dugaan penghinaan terhadap pakaian adat Masyarakat Sai Batin,” ujar Panglima Kerjaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Wilayah Selatan ini di Mapolda Lampung, Selasa (10/7/2018).(net)