BANDAR LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) diserang Covid-19. Setelah Rektor masuk perawatan, seorang dosen juga dikabarkan meninggal dunia.

Selain Rektor Unila Prof Karomani, dua dosen yang terpapar Corona yakni dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ribhan dan dosen Fakultas Pertanian Unila Yayuk Nurmiyati.

“Dapat kabar bahwa dosen kita, Ibu Yayuk meninggal. Kami turut berbelasungkawa,” kata Dekan Faperta Unila Prof Irwan Sukri Banuwa.

Yayuk Nurmiyati merupakan dosen Ilmu Benih Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Unila, meninggal dunia karena terjangkit Covid-19, Senin (23/11/2020).

Irwan mengaku kali terakhir bertemu Yayuk Jumat (13/11/2020) lalu. Saat itu kondisinya masih sehat. Ia bahkan sempat terlihat menghadiri pesta pernikahan salah satu kerabatnya di hari Minggu.

“Beliau ini hari Minggunya kondangan di tempat kerabatnya. Dari situlah almarhumah mengalami demam tinggi,” imbuh Irwan.

Yayuk mengalami kesulitan bernapas pada Sabtu (21/11/2020) lalu. Ia dilarikan ke RSUD A Dadi Tjokrodipo, Bandar Lampung.

Kata Irawan, Senin pagi Yayuk meninggal dunia. Almarhumah dimakamkan dengan menggunakan prosedur Covid-19.

“Memang hasilnya belum kita dapat swabnya. Sampai jam satu ini kami sudah membuka pendaftaran. Ada 20 warga fakultas kita yang berinteraksi dengan beliau,” kata Irwan.

Kata dia, mahasiswa dan dosen yang berinteraksi dengan almarhumah dalam kurun sepekan terakhi akan segera rapid test.

Sementara Juru Bicara Rektor Universitas Lampung Nanang Trenggono memastikan dua dosen tersebut bukan hasil tracing dari rektor Unila.

“Jumlah yang positif covid hasil swab sejauh ini ada Pak Rektor dan juga ada Pak Ribhan dosen FEB. Lalu untuk Ibu Dosen Fakultas Pertanian yang juga terpapar Covid-19 meninggal dunia pagi tadi,” ungkap Nanang dalam konferensi pers di ruang rapat Rektorat Unila, Senin (23/11/2020).

Saat dikonfirmasi lebih jauh mengenai bagaimana tracing terhadap yang dinilai kontak erat dengan dua dosen tersebut, pihaknya menunggu data dari pihak fakultas.

Ketua Satgas Covid-19 Unila Prof Asep Sukohar mengatakan, tracing di fakultas dilakukan melalui laporan dekan.

“Jadi untuk Pak Ribhan dan Ibu Yayuk tracing di dekan fakultas masing-masing,” jelas Asep.

Terkait tracing dari rektor Unila sendiri, sudah dilakukan terhadap 25 orang.

“Di antaranya driver dan ajudan yang melakukan perjalanan dinas dengan rektor. Lalu wakil rektor 1, wakil rektor 2, dan wakil rektor 4, ketua senat, kepala biro, kepala lembaga, kabag-kabag, sekretaris rektor, dan juga staf yang ada di ruang rektor. Dirapid test hari ini,” tambahnya.

Mengenai rekapitulasi data sivitas Unila yang terpapar Covid-19 dan meninggal dunia sejauh ini ada dua orang.

Sebelumnya ada pasien Covid-19 dari Fakultas Teknik Unila yang meninggal dunia. Belakangan juga dikabarkan isteri Rektor juga dinyatakan positif Corona. (tbc)