BK Diminta Usut Kasus Dugaan Pencabulan Anggota DPRD Tubaba

BANDARLAMPUNG – Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Tulang Bawang Barat (Tubaba), Sudirwan minta Badan Kehormatan (BK) turun tangan. Ini menyikapi adanya kasus yang diduga melibatkan Budianto, salahsatu anggota DPRD setempat. Seperti diketahui anggota dewan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut sebelumnya diduga hendak mencabuli TK, seorang wanita yang telah bersuami di dalam kamar rumahnya di Jalan Pulau Sangiang, Sukarame, Bandar Lampung.

Menurut Sudirwan, dia sangat prihatin dan menyesalkan andainya kasus tersebut benar terjadi. Pasalnya bagaimanapun masalah ini sangat mencoreng citra Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tubaba. Terutama di kalangan DPRD Tubaba.

“Saat ini Pemkab Tubaba sedang menjadi sorotan media atas beberapa permasalahan hukum. Ini ditambah lagi dengan adanya kasus yang diduga menimpa Budianto (anggota DPRD Tubaba), jujur saya sangat miris dan menyesalkan peristiwa ini,” tutur Sudirwan.

Untuk itu, Sudirwan meminta BK DPRD Tubaba segera turun tangan. Secepatnya ambil langkah pemanggilan terhadap pelaku untuk dimintakan klarifikasi.

“Jika memang terbukti, tentukan sanksi seberat-beratnya karena ini merusak citra Pemkab Tubaba beserta lembaga DPRD. Jika tidak, lakukan klarifikasi dan rehabilitasi nama baik, seraya kita perintahkan saudara Budianto melakukan tuntutan balik terhadap para pihak yang telah menyebarkan berita bohong dan fitnah,” tegas Sudirwan.

Sementara itu, suami korban Angga Raya, warga Tulang Bawang Barat kepada wartawan koran ini menguraikan kronologis peristiwa tersebut tersebut. Bermula ketika istrinya tiba di Bandarlampung untuk menemui anaknya. Anak korban diketahui tinggal di rumah Budianto karena sedang menempuh pendidikan di Bandar Lampung.

Lantas, saat istri dan anaknya istirahat tidur dikamar tamu rumah, tiba-tiba Budianto masuk kamar dan diduga langsung menggerayangi korban. Caranya dengan menyentuh tubuh istrinya. Lantaran merasa ada yang menyentuh, korban pun bangun dan kaget.

“Peristiwanya terjadi pagi sekitar jam setengah 10 (Selasa, 17/10). Pelaku Budianto yang merupakan oknum anggota dewan dari PAN Tubabar masuk kamar dan langsung megang istri saya. Karena ketahuan, dia pun kabur menggunakan mobil dinasnya,” ujar Angga Raya, suami korban.

Menurut Angga, dirinya sebenarnya berat untuk menceritakan masalah ini. Pasalnya selain masih ada hubungan kekerabatan dengan Budianto, kasus inipun sangat sensitif dan bisa mencemarkan nama baik keluarganya.

“Yang saya syukuri pada Tuhan YME, peristiwa ini (dugaan pemerkosaan, red) belum sempat terjadi dan istri saya keburu bangun. Karenanya setelah pelaku (Budianto,red) lari, istri saya dengan ditemani salah satu kerabat lantas ke Polresta Bandarlampung untuk melapor. Tapi oleh petugas istri saya disarankan untuk melakukan visum et revertum di di rumah sakit,” papar Angga Raya.

Sementara dirinya lanjut Angga Raya memutuskan untuk mencari pelaku. Namun meski lelah mencari, hingga tadi malam, Budianto belum dia temukan.

“Yang pasti saya inginnya masalah ini berlanjut keranah hukum karena ini menyangkut masalah harga diri saya. Meski sebenarnya saya berat untuk mengungkapkannya karena ini aib keluarga. Tapi sekali lagi saya bersyukur peristiwa dugaan pemerkosaannya belum sempat terjadi,” tutur Angga Raya kembali.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Budianto belum dapat dikonfirmasi. Berkali-kali ditelpon, yang bersangkutan tidak menjawab. Begitu pula pesan yang masuk, tak kunjung dibalas.

Namun demikian Sekretaris DPW PAN Provinsi Lampung, Ichwan Hendi Cahya, mengaku bahwa pihaknya sudah menghubungi Budianto melalui ponselnya guna mengklarifikasi masalah tersebut. Dan Budianto menurut Ichwan Hendi Cahya, sudah menjelaskan bahwa peristiwa ini semuanya merupakan kesalahpahaman saja. Dan kini pihak Budi mengaku sedang bermusyawarah secara kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Karenanya kami mendorong saudara Budianto untuk melaporkan masalah ini keaparat penegak hukum supaya masalah ini clear,” tegas Ichwan Hendi Cahya.

Menyikapi keterangan Ichwan Hendi Cahya ini, suami korban, Angga Raya membantah.

“Kalau memang tidak melakukannya dan merasa tidak bersalah untuk apa kabur. Silakan dia (Budianto,red) melapor kalau saya dituduh telah memfitnahnya. Sekali lagi, jujur saya sangat berat mengatakan ini semua karena ini aib keluarga. Tapi harus berani saya lakukan karena ini harga diri istri dan keluarga saya,” terang Angga Raya.(red)