Panggil Kepsek dan Ortu yang Anaknya Pesta Miras dan ‘Ngurung’ Perempuan di Kamar Kos

METRO – Sangat ironis. Begitulah ucapan Kapolres Metro AKBP Umi Fadillah Astutik ketika menanggapi persoalan terjaringnya pelajar yang kedapatan mengkonsumsi Minuman Keras (Miras) dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang berlangsung Sabtu (24/3/2018) malam kemarin.

Ia menyayangkan maraknya pelajar di Kota Metro yang memiliki moral kurang baik dan kemudian menjadi potret buruk Kota Pendidikan.

Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara bersama awak media usai kegiatan Pembinaan Jajaran Pengurus PGRI dan Realisasi nota kesepahaman antara PGRI Kota Metro dengan Polres Metro sebagai bentuk perlindungan Hukum bagi guru Kota Metro, di aula SMK Negeri 1 Metro, Senin (26/3/2018).

“Sangat ironis. Apalagi adek-adek pelajar begini. Memang banyak sih mereka yang terjaring kena tuak, kemudian ada yang di kamar sama pasangan yang bukan muhrimnya. Itu sangat ironis sekali. Ini tetap harus diberikan semacam sosialisasi dan ajakan kepada anak-anak kita agar berbuat lebih baik dan ini menjadi tugas kita bersama,” ucapnya.

Pihaknya kedepan akan melakukan pemanggilan terhadap orang tua para pelajar yang kedapatan mengkonsumsi miras dan berpasangan dalam kamar Kost maupun hotel di Bumi Sai Wawai.

“Kita akan undang mereka ke Polres untuk kita lakukan pembinaan. Karena anak-anak ini ada undang-undang khusus yang menangani tentang anak. Yang pasti kita akan undang orang tuanya ke polres kita ajak berbicara bersama dalam menangani anak,” bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Kota Metro Budi Raharjo menganggap, terciduknya pelajar dalam operasi pekat aparat telah mencoreng citra Kota Pendidikan.

“Dengan munculnya pemberitaan beberapa waktu lalu tentang beberapa anak-anak yang terjaring razia di rumah kost, itu sebenarnya mencoreng kota metro sebagai kota pendidikan. Jadi ternyata masih banyak anak-anak SMP, SMA dan SMK yang kena kasus miras dan yang ketangkap berdua di kamar kost dan sebagainya. Nah itu butuh kerjasama dari pihak kepolisian, Pol PP, dinas pendidikan dan kami dari PGRI pun siap untuk bekerjasama,” paparnya.

Dirinya menyarankan agar aparat dapat memberikan efek jera kepada para pelajar tersebut dengan memanggil orangtua, guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan ke Polres Metro guna dilakukan pembinaan.

“Menurut saya anak-anak yang terjaring ini bukan hanya setelah dilakukan penangkapan terus disuruh pulang. Sebenarnya yang membuat efek jera seharusnya ada pembinaan dari kepolisian. Dan selanjutnya setelah anak dan orang tua dipanggil, lalu kepala sekolahnya juga di panggil. Kalau perlu lagi, wali kelasnya dan pihak dinas pendidikan juga di panggil. Nah ini kalo mau memberikan efek jera, sehingga tidak semata-mata setelah anak terjerat hal seperti ini di panggil ke polsek si data terus pulang, dan ini akan berulang terus-terusan,” terangnya.

Menurut Budi, pendidikan karakter di Kota Metro hingga kini belum berhasil. Ia menilai Metro belum dapat dikatakan sebagai Kota yang ramah anak.

“Bahwa sekarang ini sedang di gaungkan pendidikan karakter, pendidikan sekolah ramah anak, dan kita melihat di sekolah-sekolah itu banyak kasus anak berantem. Contoh dari kasus satu sekolah, anak perempuan lagi ganti baju diintip anak laki, kemudian pacarnya anak perempuan ribut dan berantem lalu dipisah satpam eh malah satpam nya di keroyok.”

“Menurut saya sekolah semacam ini bukan sekolah ramah anak,l tapi rawan anak. Dari munculnya seperti itu dapat dikatakan pendidikan karakter di Metro itu belum berhasil. Apalagi pada usia sekolah SMP minum tuak, dan ini menjadi tanggung jawab bersama pernerintah, orang tua dan pihak dinas pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang Kepala Sekolah (Kepsek) di Metro membenarkan bahwa terdapat salah seorang anak didiknya yang diamankan aparat Kepolisian Sektor Metro Barat dalam Operasi Pekat.

“Muhammad Ahmad Fariz, X IPS 3, saya mau buat panggilan siang ini juga, Karena urusan ini sudah sampai provinsi. Anak itu lagi kami telusuri. Tapi nggak masuk sudah sering alpa juga, yang buat sedih prestasi yang banyak jadi enggak keliatan gara-gara begini,” kata Kepsek SMAN 4 Metro, Ni Made Noviani saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp. (Arby/Fer)