Inspektorat Mesuji “Proses” Dugaan Pungli Bupati

MESUJI – Inspektorat Kabupaten Mesuji akan memanggil perwakilan rekanan yang sebelumnya siap memberikan keterangan dan bukti-bukti terkait dugaan pungli seseorang berinisial “S” yang mengaku diperintah Bupati Khamamik. Hal ini dilakukan menindaklanjuti perintah Bupati guna memperjelas dugaan terjadinya pungutan liar (Pungli) di lingkup pemerintahannya oleh oknum yang meminta setoran 2-5 persen dengan alasan “Nota Dinas”.

Kepada SKH BE1Lampung, Kepala Inspektorat Kabupaten Mesuji, Supraptomo mengatakan pihaknya meminta kerjasama kepada yang memiliki bukti, karena dari situ dapat dimulai proses pemeriksaannya. Ketika ditanya langkah apa yang dilakukan dan waktu pemanggilannya, Supraptomo menjawab sedang proses mengumpulkan data. “Rekanan atas nama siapa, perusahaan apa, dan dari dinas mana, jika Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), maka kami telusuri dan tanyakan, setelah itu dalam waktu dekat kami minta kehadirannya”, ucap pria yang terkenal tanggap terhadap setiap pengaduan tersebut.

Sebelumnya, rekanan yang menjelaskan dimintai setoran menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya ke Bupati Mesuji yang telah cepat menyikapinya dan siap jika diundang inspektorat memberikan keterangan dan bukti-bukti.

“Saya berikan apresiasi, ucapan terima kasih dan acungan jempol kepada Bupati Mesuji yang telah menyikapi suara kami, kapan saja diundang, rekanan siap hadir memberikan keterangan dan bukti-bukti” ucapnya melalui sambungan telpon.

Terpisah, langkah Bupati Mesuji yang meminta Inspektorat melakukan langkah-langkah mengungkap dugaan pungli mendapat komentar dari netizen. Dalam laman ragamlampung.com yang berjudul “Bupati Perintahkan Inspektorat Dalami Dugaan Setoran Proyek” yang dibagikan ke group LAMPUNG TERKINI mendapat tanggapan yang beragam.

Para netizen meminta Bupati agar yang memeriksa dugaan pungli tersebut adalah Jaksa, Kepolisian, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengungkapnya. “Jika Inspektorat yang melakukan tidak mungkin menemui jalan, masih terukur, karena  satu institusi dan bawahan Bupati,” ucap akun media sosial SA dan AU.

sayangnya, seperti biasa, Bupati Mesuji, H. Khamamik, S.H. ketika dikonfirmasi tidak pernah memberikan tanggapan secara langsung terhadap pemberitaan ini. (25/7).(red)