Ditagih Dana ADD Macet Era Agung, Sri Widodo Curhat di Medsos

BANDARLAMPUNG – Sibuk aktivitas di pemerintahan tak lantas membuat Plt Bupati Lampung Utara (Lampura), Sri Widodo, menghentikan aktivitas di media sosial (medsos) yang berinteraksi dengan dia secara langsung. Seperti halnya Kamis (10/05/2018) lalu. Ketua DPD Partai Hanura Lampung versi Daryatmo kembali menjadi pertanyaan pertanyaan dilaman facebook yang kadang ” usil” bertanya  apa yang  sedang dipikirkan.

Berikut cuplikan di Laman Facebooknya Kamis Pagi (10/05/2018) terkait aksi massa dari aparatur desa tuntutan mereka terkait dana ADD Tahun 2017 yang 7 bulan belum dibayarkan pemerintah setempat di era Bupati Agung Ilmu Mangkunegara. Tanpa mengurangi substansi, penulis hanya memperhalus penulisan bahasa serta ejaan (EYD) agar dapat terbaca dengan jelas serta makna yang disampaikan dapat sampai ketangan pembaca dengan baik.

“Aku berpikir bagaimana sahabat ku yang ikut aku diberi nama waris… tepatnya waris……. Anaknya jujur tenang dan tegas… satu-nya juga  pakai …ris. Tapi keduanya bukan warisan…lho !!!!,”.

“Nah pikiran ku yang jahil ini langsung melompat tanpa di komando berpikir tentang warisan. Langsung aku sowan mbah google bertanya,  mbah warisan itu apa tho..? Ternyata…dengan panjang lebar dia bercerita tentang warisan dari semua sudut ilmu …juga mencolek sahabat nya Profesor Dr Wirjono Projo dikuro..,”

“Warisan itu ada warisan ada juga warisan utang…Lah terus mbah.. warisan utang gimana.. Mungkin karna pertanyaan menggelitik tidurnya..mbah google dan sahabatnya sambil menguap bilang..Ngopi dulu…le….Warisan utang itu wajib dibayar kalau kamu menerima harta benda yang untuk mbayar utang… llha kamu gimana..???,”

“Ada surat mbah ..yang katanya ditandatangani untuk bayar utang itu.. tapi aku bingung mau nyairkan uang nya dimana ..Lha untuk hidup aja kembang kempis…

Si mbah bilang…. yah kalo buat surat aku yo bisa le… la utang ku juga banyak… kalo bisa selesai dgn surat dan tanda tangan aku ya mau ikut… biar utang ku lunas.

Sudah sana minum kopi dan itu singkong bakar… dari pada rewel tanya terus…. itu singkong enak… dan itu bukan singkong palsu…. dari pada makan singkong plastik kan mules…karna singkong palsu… Lha iya lah mbah apa lagi surat palsu… kan repot mbacanya

Oaalah mbah… mbah.. gara gara waris kok sampe singkong palsu…. untung ga suruh makan janji palsu… lebih mules mbah mbah….yang janji siapa… yang di tagih siapa…

Nasiib..nasiibbbb……    kok ya si mas nasib ikut juga transmigrasi….Akhirnya kututup obrolan pagi ini dengan sepotong singkong asli…lebih baik singkong makan singkong asli…

Dalam hati SENIN  nanti aku harus  ceritakan semua tentang obrolan ku ini tentang “warisan”  secara GAMBLANG JUJUR ini kepada semua saudara ku biar tidak salah sangka…bahkan saling CURIGA

Aku prihatin saudaraku yg memgeluh warisan hutang nya pada ku.. tapi aku tidak bisa berbuat banyak… karena hanya di bekali surat..

Dan menyimak singkong tadi.. lebih baik makan singkong sekarang ini yang aku fokus kan.. Walau aku tetap berpikir keras membantu saudaraku yang senasib dengan ku menerima

” w a r i s a n   u t a ng ”

Dan aku berjanji Tidak perlu menceritakan diri kita

Karena pembenci tidak akan pernah percaya

tapi penyuka,  tidak perlu itu….karna dia yakin

Kebenaran akan menemukan jalan nya sendiri…

Maaf saudaraku kemarin kalian bertamu aku tidak bertemu… bukan aku tidak menghargai atau bersembunyi…aku harus menghadiri undangan yang juga berhubungan dengan warisan ini….

Senin (14/05/2018) mari kita  bersilahturahmi…sebagai saudara…(ist/rls/adv)