Dendi Geregetan dengan Kepsek di Pulau Legundi, Jokowi Disebut-sebut

PESAWARAN – Kepala Dewan Pendidikan Kabupaten Pesawaran H. Abdul Hamid SH, MH mempertanyakan Dinas Pendidikan setempat yang menanyakan fungsional Dewan Pendidikan.

“Teman Dewan Pendidikan harus sabar. Rejeki itu datang dari Allah. Kita ini kerja untuk Indonesia,” katanya saat buka acara penguatan fungsi dan tugas dewan pendidikan kabupaten pesawaran 2018 dan “Revitalisasi peran serta Wandikkab Pesawaran dalam peningkatan mutu pendidikan” di kuliner J’jungjungan Desa Suka Banjar Kecamatan Gedongtataan Pesawaran, Selasa (25/9).

Selain itu Hamid juga berpesan terhadap Bupati agar dewan pendidikan jangan diberi kesempitan anggaran dalam membangun pendidikan.

“Ada dua hal yang kami minta sebagai Dewan Pendidikan, agar jangan disakiti hatinya dan tidak dibiarkan perutnya lapar Pak Bupati,” ungkap Hamid saat bacakan sambutan

Menurutnya untuk pemaparan kegiatan ini sangat penting guna menuangkan aspirasi masyarakat dalam pendidikan. Maka dewan pendidikan ini bekerja sesuai peraturan yang tertera di PP nomor 73.502/mpk.a tahun 2016.

“Saya sampaikan ini untuk bupati.
Dewan pendidikan ini Untuk menyampaikan aspirasi masyarakat untuk meraih pendidikan yang baik,” kata dia

Sementara Bupati Pesawaran Dendi Romadhona mengatakan, acara Penguatan fungsi dan tugas dewan pendidikan banyak sekali manfaat bagi semua kepala sekolah dan masyarakat. Karenanya ia terlihat kesal dengan banyaknya kepala sekolah yang absen di acara itu.

“Saya sudah agak gerah diluar konteks acara ini. Dewan pendidikan tidak ada niat disuruh kumpulin dipinta sumbangan. Jadi 17 orang yang tidak hadir akan dikasih peringatan apa ditugaskan jadi pala sekolah di Pulau Legundi. Jadi tolong sama sama kepala sekolah saling mengingatkan sebagai mencetak generasi bangsa,” kesalnya

“Ini kaka kandung wakil bupati saja hadir. Mau titipan Pak Jokowi saja kalau tidak menjalankan tugas, bodo amat. Karena ini kepentingan masyarakat banyak. Padahal saya meneken SK kepala sekolah sudah baca doa, kenapa masih saja ada yang tidak hadir,” lanjutnya.

Menurut bupati, acara ini sama pentingnya dengan acara rakor yang merupakan pemaparan fungsional para kepala sekolah dalam memperjemah tugas dewan pendidikan di Kabupaten Pesawaran.

“Jadi siapa yang bilang di Dinas pendidikan yang menanyakan fungsional Dewan pendidikan itu apa. Saya cuman mau tau saja biar nanti saya suruh masuk kedalamnya,” pungkasnya. (don)