Bantu Mesin Sedot Air dan Pengusir Tikus, Loekman Inginkan Harga Cabai Stabil

LAMPUNG TENGAH – Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Karya Lestari. Bantuan diberikan saat bupati panen raya cabai di Kampung Sri Purnomo Kalirejo, baru-baru ini. Bantuan berupa alat mesin sedot air dan alat pengusir hama tikus.

“Insya Allah tahun depan kita bantu traktor dan sumur bor, agar biaya operasional tanam cabai bisa lebih murah sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih baik,” janjinya.

Kata Loekman, ini merupakan salah satu program Pemkab Lampung Tengah (Lamteng) dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi dan kemandirian pangan dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik sebagaimana diamanatkan dalam nawacita Presiden RI, termasuk kontribusi dari sektor pertanian.

Salah satu program kedaulatan pangan adalah komoditas cabai yang mana komoditas ini merupakan komoditas strategis dan memiliki’nilai ekonomis yang tinggi serta tidak dapat disubtitusi dengan komoditas lain. Produksi cabai tidak merata sepanjang tahun dimana produksi berkurang di musim hujan yang menyebabkan harga tinggi dan produksi berlebihan di musim kering / kemarau mengakibatkan harga jatuh. Hal ini dikarenakan keterbatasan dalam hal berbudidaya cabai.

Program pengembangan cabai di kabupaten Lampung Tengah di tahun 2018 mendapat alokasi seluas 53 hektar. Sentra cabai di Kecamatan Bekri, Kalirejo, Padangratu, Kotagajah, Terusan Nunyai, Seputih Raman, Seputih Agung, Rumbia, Anak Tuha.

Tujuan dari bantuan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani hortikultura yang mana kelompok tani penerima diharapkan membuat keberhasilan panen lebih terjadwal di tiap bulannya. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ketersediaan produksi dan harga.

“Harapan pemerintah saat ini harga cabai cukup tinggi. Apalagi cabai Lamteng hasilnya sangat menggembirakan. Tapi jangan terlena dengan hasil yang tinggi karena ke depannnya harus mengatur jadwal tanam melalui manajemen tanam cabai merah,” katanya.

Kadis Pertanian  Rusmadi menjelaskan, pemerintah daerah memberikan bantuan berupa bibit cabai pada kelompok tani dan melakukan pengawasan penanamannya sampai panen.

“Hari ini kita panen cabai seluas 5 hektar di kampung Sri Purnomo Kalirejo dengan rata-rata produksi 8 -10 ton/ha dengan harga cabe hari ini di tingkat petani Rp22.000/kg,” pungkasnya. (sep)