‘Angkat Tangan’ P2UP Minta Pemkot Tertibkan Taman Merdeka

METRO – Menanggapi carut marut pengelolaan Taman Merdeka, Paguyuban Pedagang dan Usaha Permainan (P2UP) Taman Merdeka Kota Metro terkesan ‘angkat tangan’ lantaran tidak dapat mengatasi permasalahan padatnya pedagang kaki lima (PKL).

P2UP meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Metro segera melakukan penertiban dan penataan ulang kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Merdeka.

Ketua P2UP Budi Hartono, mengungakpak padat dan kesan kumuh Taman Merdeka disebabkan oleh pedagang dadakan yang leluasa menjajakan barang jualannya di setiap sudut taman.

“Itu pedagang dadakan yang memang setiap tahunnya seperti itu. Karena memang tidak ada larangan yang jelas terhadap para pedagang dadakan. Yang pasti kalau anggota paguyuban P2UP mereka yang berdagang di titik mereka seperti biasanya, tidak ada yang menyeberang dari joging track memasuki wilayah RTH,” jelas Budi, Kamis (21/6/2018).

Dirinya juga mengaku kecewa terhadap kondisi Taman Merdeka yang terkesan kumuh akibat menjamurnya pedagang dadakan. Padahal, sebanyak 120 orang anggota P2UP rutin bergotong royong membersihkan taman guna menjaga keindahan.

“Kami sendiri sangat kecewa dengan fenomena ini. Apalagi biasanya pedagang dadakan itu kalau sudah selesai mereka langsung bubar begitu saja tanpa mau ikut serta membersihkan kembali tempat mereka berdagang. Tapi kami P2UP sudah memiliki program untuk membersihkan Taman Merdeka dari sampah bekas hari raya kemarin. Intinya kami P2UP merasa berkewajiban untuk ikut menjaga kebersihan taman merdeka yang memang menjadi lahan tempat kami mencari nafkah setiap harinya, tidak hanya di hari raya atau hari besar lainnnya,” paparnya.

Kendati terbesit kekecewaan, namun pihaknya tak mampu mengatasi persoalan membludaknya PKL. Untuk itu ia meminta Pemkot Metro segera mengambil tindakan tegas, dan pihaknya juga menerima bila Taman Merdeka ditata tanpa merelokasi pedagang.

“Iya sebenarnya kami sudah ikut melarang. Tapi karena memang kami tidak memiliki kekuatan hukum pasti melarang mereka, ya jadi mereka tetap saja ngotot mau berdagang. Terus kami mau bilang apa lagi kalau sudah begitu. Mudah-mudahan saja kedepannya dari Pemkot Metro ada penataan lah supaya itu taman menjadi RTH, ya juga wisata keluarga, wisata kuliner dan terus menjadi ikon kota Metro yang lebih baik lagi. Dengan cara penataan yang baik kan bisa itu taman di pergunakan berbagai macam fungsi untk masyarakat Kota Metro khususnya dan wisatawan luar daerah. Karena tidak bisa dipungkiri, banyak sekali pengunjung taman itu dari luar kota Metro, bahkan tidak sedikit juga yang dari luar Provinsi lampung. Iya di tertibkan itu maksudnya bukan direlokasi, tapi ditata,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Metro Achmad Pairin berjanji akan secepatnya melakukan penataan di Taman Merdeka.

“Hari ini sudah di bersihkan semua tadi pagi jam 05.30 oleh Pasukan Gandaria. Secepatnya akan kita lakukan penataan. dan juga nanti di Lapangan Samber akan kita programkan tempat untuk berjualan dan lain sebagainya, mungkin ini salah satu solusi untuk memecahkan permasalahan taman,” ucap Pairin saat di konfirmasi awak media.

Dalam waktu dekat Walikota akan memerintahkan dinas terkait untuk menata para PKL di Taman Merdeka.

“Nanti dari dinas perdagangan yang akan atur. Kalau yang legal akan kita pindahkan tapi kalau yang enggak legal ya enggak dipidahkan. Karena begini, pedagang itu punya lapak disini, di situ juga jualan jadi kita kerok juga mau mindahinnya. Intinya akan kita tata semua, terutama di halaman masjid. Dalam waktu dekat akan kita kembalikan fungsi taman seperti seharusnya,” tandasnya. (Arby)