BANDAR LAMPUNG – Setelah melakukan pencarian panjang, jenazah bocah laki-laki yang terbawa arus banjir akhirnya ditemukan di sungai dekat Politeknik Negeri Lampung, Sabtu (7/3/2026), pukul 08.15 WIB.

Bocah itu adalah Satriya (10 tahun), warga Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Rajabasa.

Ia hanyut terbawa arus sungai yang deras saat hujan lebat dari Pasar Tempel Jl. H. Komarudin, Rajabasa Raya, Jumat (6/3/2026), sekitar pukul 14.00 WIB.

Kadis Damkarmat Kota Bandarlampung Anthony Irawan mengatakan, pencarian dilakukan dengan menyisir sepanjang sungai.

Setelah dilakukan pencarian secara intensif, Damkarmat bersama Tim Gabungan berhasil menemukan korban pagi hari tadi.

“Ditemukan pada pukul 08.15 WIB,” katanya.

Diketahui, ada dua orang yang menjadi korban banjie di Bandar Lampung, Jumat kemarin.

Selain bocah 10 tahun, korban lainnya
adalah pria dewasa yang ditemukan tanpa identitas tersangkut di tepi sungai sungai Gang Fatah, Kelurahan Kotabaru, Kedamaian, Jumat (6/3/2026), pukul 17.00 WIB.

Analis Bencana BPBD Lampung Wahyu Hidayat mengatakan, banjir menelan tiga korban. Dua diantaranya meninggal dunia dan satu korban masih dalam pencarian.

“Ada tiga orang yang terseret arus. Korban meninggal berinisial S (10) dan satu orang dewasa yang masih anonim,” kata Wahyu.

Sedangkan untuk korban hilang seorang anak laki-laki berusia enam yang saat ini masih dalam pencarian.

Dia menyampaikan, banjir yang melanda Bandarlampung terjadi di 38 lokasi. “Ini belum termasuk yang di Lampung Selatan,” ujarnya.

Meski demikian, menurut dia, hingga saat ini tim juga masih melakukan pendataan titik-titik banjir di Bandarlampung. (Hmc)