BANDARLAMPUNG – Taman Wisata Alam & Cottage Wira Garden Jl, Wan Abdurrahman, Batu Putu, Bandarlampung melakukan berbagai langkah perbaikan yang berkelanjutan. Tujuannya untuk memperkuat sistem keamanan dan kenyamanan pengunjung, pasca terjadi musibah banjir, pada 1 April 2026 lalu.

“Kami menghaturkan rasa terima kasih atas semua kritik dan saran dari berbagai pihak dan aktifis lingkungan. Dari semenjak Wira Garden berdiri tahun 2000an, kami selalu beradaptasi demi kenyamanan pengunjung. Tapi pasca musibah, ini menjadi pelajaran yang sangat berharga buat kami,untuk melakukan penguatan sistem keamanan pengunjung,” tutur Dedy Haryanto, Pengelola Taman Wisata Alam & Cottage Wira Garden, Rabu, 15 April 2026.

Menurut Dedy, selain sistem yang sudah ada, seperti himbauan dan petugas di lokasi, pihaknya kini juga menempatkan petugas informasi cuaca di Hulu. Lalu  menjalin dan bekerjasama dengan pamong setempat. Sehingga bisa mengetahui resiko air pasang lebih dini dan melakukan mitigasi pengunjung yang sedang bermain di area sungai lebih awal, hingga hitungan jam dari yang sebelumnya.

Hal yang lain dilakukan adalah penambahan Standar Operasi Prosedur (SOP) himbauan di loket masuk ketika pengunjung datang. Dengan adanya berbagai perbaikan sistem keamanan bagi pengunjung ini, pihaknya pun berharap, semoga dapat menjadikan musibah yang kemarin terjadi, merupakan yang pertama dan terakhir di tempat wisata tersebut.

”Kami juga mendukung penuh program pemerintah untuk selalu melakukan audit keamanan, demi kemajuan pariwisata Bandarlampung,” jelasnya.

Sementara terhadap musibah yang sebelumnya terjadi, pihak Wira Garden mengaku telah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam serta pemberian santunan kepada pihak keluarga korban. Ini semua dilakukan semata sebagai bentuk wujud tanggung jawab.

“Hingga saat ini pengelola Wira Garden juga terus menjalin komunikasi dan hubungan yang baik secara kekeluargaan kepada keluarga korban. Termasuk berkomitmen untuk membantu pendidikan adik salah satu korban musibah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dua Mahasiswi Unila jadi korban banjir bandang di Taman Wisata Wira Garden, Batu Putu, Bandarlampung, Rabu (1/4/2026). Bahkan jenazah keduanya baru ditemukan keesokan harinya di Pulau Pasaran.

Kronologi kejadian berawal saat sekitar Pukul 11.30 WIB korban bersama teman-temannya yang berjumlah 4 orang datang ke Taman Wisata Wira Garden untuk berekreasi. Kemudian sekitar Pukul 12.00 WIB terjadi hujan deras.

Setelah hujan reda, mereka berempat berfoto-foto di atas batu sungai. Kemudian tanpa disadari oleh mereka, datang air bandang dari aliran atas (hulu) yang mengakibatkan 2 orang hanyut terseret aliran air sungai. Sedangkan 2 orang lainnya berhasil lompat menyelamatkan diri. (red/net)