JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengklaim sedang bernegosiasi dengan Iran agar dua kapal tanker milik PT Pertamina, diizinkan melewati Selat Hormuz
Berbeda dengan kapal Indonesia, kapal Malaysia, Tiongkok, Pakistan, hingga Thailand sudah lebih dulu diizinkan lewat.
Mantan Dubes Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit, mengungkapkan, ada beberapa hal yang membuat Iran ‘bete” dengan Indonesia.
Menurut dia, kekecewaan itu muncul sebelum perang antara Iran vs USA-Israel
Pertama, Indonesia pernah menolak kapal perang Iran yang diundang untuk latihan bersama dengan negara-negara Pasifik pada 2-3 tahun yang lalu.
Latihan perang itu dikoordinir oleh Indonesia. Dan Iran diundang secara resmi.
Namun, kapal Iran kemudian justru ditolak masuk ke perairan Indonesia disebabkan oleh paksaan dari AS.
Kekecewaan kedua berkaitan dengan kapal tanker Iran yang bernama MT Arman 114 yang sudah bertahun-tahun disandera oleh Indonesia setelah ditangkap.
“Mereka memperdagangkan minyak di tengah lautan yang mereka klaim sebagai lautan internasional, tetapi kita menganggap di perairan Indonesia. Hingga saat ini statusnya belum jelas,” ucap Dia.
Adapun kekecewaan yang ketiga berkenaan dengan terlambatnya Indonesia mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei beberapa waktu lalu
Dian mengklaim Presiden Prabowo Subianto justru memberikan pernyataan yang tidak bersimpati kepada Iran yang sedang diserang AS-Israel.
Mengenai dua kapal tanker besar berbendera Indonesia yang belum bisa melewati Selat Hormuz, Dian menduga Iran meminta imbalan dari Indonesia, minimal melepaskan atau menjelaskan status kapal MT Arman 114 yang ditahan.
Sementara pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menduga bahwa sulitnya kapal Indonesia untuk melintasi selar Hormuz disebabkan oleh Iran yang merasa “sakit hati” karena Indonesia masuk menjadi anggota Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump.
Tak hanya itu, dia juga menilai kesepakatan Indonesia dan AS dalam perjanjian tarif resiprokal turut menjadi alasan Iran seakan mempersulit izin agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro untuk melintasi Selatan Hormuz
Bhima meminta agar pemerintah mencontoh langkah Malaysia yang enggan masuk menjadi anggota BoP serta membatalkan kerjasama tarif resiprokal dengan AS.
“Malaysia sudah membatalkan kerja sama ART dan mengecam agresi AS ke Iran. Indonesia sepertinya salah memilih posisi,” katanya ketika dihubungi, Jumat, (27/3/2026). (Tribun)




















