BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 38 mahasiswa dari delapan fakultas dan Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menerima bantuan pendidikan dari anggota DPD RI, Drs. Ahmad Bastian SY.

“Atas nama pimpinan, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Anggota DPD RI sebagai wakil rakyat Lampung atas kepeduliannya kepada mahasiswa dari masing-masing fakultas,” kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. H. Idrus Ruslan, M.Ag mewakili Rektor UIN RIL saat penyerahan Piagam Penerima Bantuan Pendidikan di Ruang Meeting Lantai 1 Gedung Academic & Research Center UIN RIL, Rabu (25/02/2026).

Ia menyebut bantuan tersebut sebagai bukti nyata kepedulian alumni terhadap almamater. Menurutnya, dukungan itu menjadi bentuk perhatian yang patut disyukuri.

Prof. Idrus berpesan agar bantuan yang telah diterima dimanfaatkan sepenuhnya untuk menunjang proses perkuliahan dan penyelesaian studi.

“Gunakan untuk kepentingan kuliah, membeli buku, mengikuti kursus, dan kebutuhan akademik lainnya. Yang sudah diterima itu untuk kepentingan penyelesaian studi, jangan sampai dimanfaatkan untuk hal lain. Pertama disyukuri, kedua dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Drs. Ahmad Bastian SY yang merupakan anggota DPD RI, sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Raden Intan Lampung, menyebut bantuan tersebut sebagai amanah dan niat baiknya.

Sebagai alumni UIN RIL, ia merasa memiliki ikatan emosional dengan kampus yang dahulu masih bernama IAIN. Menurutnya, kampus inilah yang menjadi batu lompatan dalam perjalanan hidupnya hingga bisa menjadi senator.

“Kampus ini menurut saya, kampus yang meletakkan batu lompatan buat saya, sehingga saya bisa mengarungi kehidupan ini dengan penuh percaya diri. Kalau saya tidak kuliah di IAIN waktu itu, mungkin saya tidak ditakdirkan menjadi senator, anggota DPD. Jadi itulah jejak-jejak kehidupan ini. Saya punya tapak sejarah itu karena kawah candradimukanya IAIN. Saking saya cintanya kepada IAIN ini,” ucapnya.

Ia menegaskan, tugas utama mahasiswa di kampus adalah belajar dan menargetkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) setinggi mungkin. Selain itu, mahasiswa juga perlu membangun karakter ke-IAIN-an atau ke-UIN-an.

“Mahasiswa UIN itu ditempatkan di mana pun harus bisa mewarnai. Paling tidak menjadi guru ngaji, guru les, memberikan manfaat. Khairunnas anfa’uhum linnas,” katanya.

Menurutnya, pembentukan karakter juga perlu ditopang dengan membangun jaringan dan aktif di lingkungan sosial. Ia berbagi pengalaman semasa menjadi ketua mahasiswa, yang menurutnya menjadi batu pijakan dalam bermanuver di luar kampus.

Kepemimpinan di kampus menjadi batu pijakan saya untuk bermanuver dalam kehidupan di luar. Jangan minder dengan mahasiswa lain. Ada nilai yang bisa kita pegang. Kepercayaan diri itu penting, karena dengan itu kita bisa tampil di muka publik dengan penuh inspirasi,” pesannya.

Terkait bantuan pendidikan, ia juga mengingatkan agar dimanfaatkan sebaik-baiknya, sejalan dengan pesan yang disampaikan Wakil Rektor III. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah dekan dan wakil dekan, serta dosen di lingkungan UIN Raden Intan Lampung. (hms)