RSUD Kota Depok Belajar Bisnis Procecs Management Rumah Sakit dari RSUD Abdul Moeloek

BANDAR LAMPUNG–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Provinsi Jawa Barat menjadikan RSUD Abdul Moeloek, Provinsi Lampung sebagai tempat studi banding dan mempelajari bisnis proses (business process management) tentang pengelolaan rumah sakit. Dua hal tang ditekankan dalam study banding itu pada pengelolaan Hemodialisa (Cuci Darah) dan Unit Forensik.

“Kami ingin menekankan study banding ini pada bisnis prosesnya, bagaimana saat ini kami akan memulai mengembangkan unit Hemodialisa, mulai dari awal. Kemudian bisnis prosesnya seperti apa, di mana kami juga sudah melihat pada proses output dan outcome nya oleh RSUD Abdul Moeloek,” ujar Sekretaris Daerah Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Hardiono saat kedatangannya bersama rombongan studi banding RSUD Kota Depok di RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung, Kamis (4/10/2018).

Kemudian pada Unit Forensik, Hardiono menyebutkan akan mempelajari informasi mengenai proses bisnis pada unit tersebut. “Pada Forensik akan kami pelajari tentang informasi pada bisnis proses nya seperti apa mungkin nanti perlu diperdalam. Dua hal ini yang menjadi fokus dari kedatangan kami,” katanya.

Hardiono menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Lampung terkhusus pada RSUD Abdul Moeloek yang berkenan menjadikan tempat proses studi banding bagi RSUD Kota Depok. “Kami mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya, mudah-mudahan kami mendapatkan masukan-masukan tentang bisnis proses di RSUDAM ini terutama di dua unit fokus tadi, sehingga SDM kami bisa menyerap dengan baik. Kemudian kami bisa terapkan di Kota Depok,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Gubernur Lampung, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Hery Suliyanto mengatakan bahwa RSUD Abdul Moeloek merupakan salah satu Rumah Sakit Daerah yang memiliki peranan sangat penting dalam membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Lampung khususnya.

“Sebagai Rumah Sakit kebanggaan masyarakat, sekaligus merupakan wajahnya Provinsi Lampung, RSUD Abdul Moeloek ini juga merupakan satu satunya rumah sakit rujukan tertinggi di Provinsi Lampung sekaligus Rumah Sakit Pendidikan kelas B,” ujarnya.

Dengan demikian, sambung Hery, RSUD Abdul Moeloek diharapkan dapat memenuhi tuntutan masyarakat akan adanya pelayanan kesehatan yang Paripurna atau pelayanan kesehatan yang meliputi promotif, preventif, kuratif,dan rehabilitatif serta komprehensif. “Alhamdulillah, saat ini RSUDAM juga sedang berproses untuk bisa naik Kelas Menjadi Kelas A,” katanya.

Pemerintah Provinsi Lampung juga terus berupaya melakukan pembenahan secara besar-besaran baik Pembangunan Fisik maupun Pengadaan alat kesehatan Canggih dan Modern. “Pembangunan tersebut diharapkan dapat menjadikan layanan yang berkualitas dan bermutu kepada seluruh masyarakat di Provinsi Lampung sekaligus mewujudkan Visi RSUD Abdul Moeloek, yaitu menjadi RS terbaik Se-Sumatera,” ujarnya.

Hery mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Provinsi Lampung sebagai objek Kunjungan Pembelajaran Pemda Kota Depok dan Jajaran RSUD Kota Depok. “Mudah-mudahan hubungan dengan Pemda Kota Depok dan RSUD Kota Depok mendapat tambahan bahwa RSUD Abdul Moeloek dianggap mempunyai kelebihan dibandingkan RSUD Kota Depok. Sebaliknya, mudah-mudahan RSUD Abdul Moeloek juga akan berkunjung ke RSUD Depok agar nanti kita bisa saling lihat kelebihan untuk kebaikan dan kemajuan masing-masing rumah sakit,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek, Hery Djoko Subandriyo mengatakan Ruang Forensik pada RSUD Abdul Moeloek telah memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan untuk akreditasi sudah memenuhi syarat.Hery Djoko menilai Forensik di RSUD Abdul Moeloek telah layak menjadi acuan bagi RSUD Kota Depok. “Mungkin RSUD Kota Depok melihat kita sudah terakreditasi dan sudah sesuai dengan SOP yg ada, sehingga dia ingin melihat alur yang ada di pelayanan Forensik dan juga kamar mayat,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Hery, Ruang Hemodialisa, akan ada penambahan alat cuci darah sebanyak 20 unit, di mana semula berjumlah 40 unit. “Kami akan menambah mesin dengan bekerjasama dengan pihak ketiga, kita tidak membeli akan tetapi kita bekerjasama dengan pihak lain, nanti kita bagi hasil dan dalam waktu dekat itu akan segera terealisasi. Gedungnya juga sudah disiapkan mereka, nanti tinggal penambahan mesin dan tempatnya akan ditata lagi,” katanya.

RSUD Kota Depok belum memiliki ruang Hemodialisa, sehingga RSUD Abdul Moeloek sangat tepat dijadikan tempat pembelajaran. “Jadi di RSUDAM memang benar-benar untuk belajar bagaimana mencuci darah, prosesnya bagaimana, karena dalam waktu dekat RSUD Kota Depok juga akan menerapkannya dirumah sakitnya tersebut,” pungkasnya.(adv)