Ridho Dorong Perusahaan Jaga Lingkungan demi Masa Depan Lampung

BANDAR LAMPUNG–Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo dorong perusahaan menjaga lingkungan dalam menjaga masa depan Lampung. “Lampung yang memiliki tiga kebijakan strategis yakni ketahanan pangan, industrilisasi dan pariwisata, kita tidak akan bisa menjual daerah kita kalau kita tidak menjaga lingkungan,” ujar Gubernur Ridho saat temu wicara dengan pelaku usaha dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Kamis (8/2/2018) Malam.

Ridho mengatakan terlebih dalam pengembangan pariwisata air seperti pantai atau laut, yang harus terus dijaga sehingga tidak ada limbah yang mencemari. “Bersama-sama kita menjaga lingkungan, terkhusus untuk wilayah perusahaan yang dekat dengan wilayah pariwisata. Menjaga lingkungan menjadi hal yang penting untuk kita, maka saya berharap ke depannya semacam instalasi limbah tolong ditangani secara baik dan untuk dipatuhi,” kata Ridho.

Hal tersebut dilakukan, ucap Ridho karena dalam kebijakan strategis daerah Lampung, pengembangan masa depan yang begitu optimistisnya bahwa Lampung akan maju, jangan sampai dalam penilaian oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ada perusahaan berperingkat merah dalam hal pengelolaan lingkungan. “Paling tidak bisa ditangani dari sisi masing-masing perusahaan agar tidak ada yang perusahaan yang berperingkat merah,” ujar Ridho.

Ridho beranggapan bahwa jika masyarakat di sekitar perusahaan dirugikan oleh pihak perusahaan akibat pencemaran lingkungan, masyarakat bisa menjadi faktor negatif bagi perusahaan. “Masyarakat di sekitar perusahaan itu terganting bagaimana pengelolanya, mereka adalah variable netral yakni bagaimana kita bisa membuat mereka menjadi penjaga perusahaan atau mungkin perlakuan kita kurang tepat sehingga kemudian mereka menjadi faktor negatif yang bisa merusak perusahaan,” kata Ridho.

Perusahaan swasta yang juga merupakan mitra Pemerintah, Ridho berharap untuk sama-sama memajukan Provinsi Lampung dan menyejahterakan masyarakatnya. “Memang kita tidak bisa membangun daerah jika tidak ada pihak swasta, tidak ada satupun negara yang maju hanya dengan dimajukan oleh Pemerintah. Saya berharap perusahaan di Lampung tetap eksis, perusahaan bisa berjalan dengan baik dengan segala permasalahannya, kemudian berharap perusahaan bisa berkembang dengan tahu overview pembangun an Lampung kepada para perusahaan punya optimisme mengembangkan usaha, disisi lain bisa mengajak relasi yang lain untuk berinvestasi di Lampung” kata Ridho.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Fitter Syahboedin mengatakan pertemuan tersebut merupakan sebagai langkah untuk saling berkoordinasi dan motivasi bagi perusahaan untuk terus berupaya dalam penataan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku di bidang lingkungan hidup. “Ini juga sebagai langkah untuk melakukan upaya lain baik dalam bentuk pelestarian lingkungan maupun pemberdayaan masyarakat,” ujar Fitter.

Dari penilaian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada perusahaan di Provinsi Lampung, empat perusahaan berperingkat hijau, 76 perusahaan berperingkat biru, empat perusahaan berperingkat merah dan satu perusahaan yang dinyatakan tanpa peringkat.

“Empat perusahaan yang berperingkat hijau merupakan prestasi yang cukup membanggakan bagi Provinsi Lampung, karena perusahaan tersebut tidak hanya sekedar mentaati ketentuan yang telah diatur melainkan pula telah mengupayakan seperti memiliki sistem manajemen lingkungan, pengurangan dan pemanfaatan limbah, serta efisiensi dan penurunan beban pencemaran,” tandas Fitter.(rls)