Pemprov Nilai RRI Lampung Berhasil Kembangkan Informasi yang Inovatif dan Edukatif

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menilai di usia ke-73, Radio Rebulik Indonesia (RRI) berhasil mengubah paradigmanya, dari mengembangkan berita yang bersifat informatif, menjadi berita yang memberikan pendidikan kepada masyarakat. “Di usia ke-73, RRI makin dewasa dan terus berupaya memberikan informasi edukatif dan inovatif guna mencerdaskan dan memberikan pendidikan kepada masyarakat Indonesia,” ujar Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis pada acara Hari Radio Republik Indonesia Ke-73 bertemakan “Dari Sini Indonesia Masih ada dan Terus Ada”, di Auditorium RRI Bandar Lampung, Rabu (12/9/2018).

Menurut Hamartoni, Pemprov berharap RRI dapat terus memberikan siaran dan pelayanan informasi yang edukatif dan inovatif kepada seluruh lapisan masyarakat. “RRI diharapkan dapat terus memberikan informasi edukatif dan inovaitif serta cerdas kepada masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Dalam acara ini dilakukan penyulutan Obor Tri Prasetya RRI yang berjalan dengan khidmat dan khusyuk, dan dilakukan serentak di seluruh stasiun Radio RRI di Indonesia. Penyulutan Obor Tri Prasetya bermakna untuk membakar semangat seluruh angkasawan dan angkasawati untuk menjaga NKRI melalui siaran.

Hamartoni juga menjelaskan RRI juga menerapkan satu teknologi yaitu RRI Play dan RRI Net. “RRI Play dan RRI Net merupakan suatu terobosan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Diharapkan aplikasi teknologi ini dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Lampung dan Pemprov Lampung,” jelasnya.

Pemprov berharap RRI dapat melakukan penyiaran terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Lampung. Selain itu, dapat menempatkan pemancar hingga pelosok daerah, sehingga RRI dapat memberikan daya dukung dalam memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya dalam menginformasikan keberhasilan pembangunan di Provinsi Lampung kepada masyarakat Lampung.

Kepala LPP RRI Bandarlampung Anna menjelaskan di era konvergensi saat ini, media penyiaran dituntut untuk lebih kreatif sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu RRI akan terus memberikan pelayanan terbaik dengan meningkatkan pelayanan program penyiaran dan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait. Sementara itu, perayaan HUT RRI Ke-73 di Jakarta dilakukan di Auditorium Yusuf Ronodipuro RRI Jakarta.

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal IKP (Informasi dan Komunikasi Publik) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Niken Widiastuti,l memberikan apresiasi dan penghargaan kepada RRI yang telah melakukan berbagai lompatan dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat Indonesia. “RRI sangat menghargai masa lalu, tetapi juga menatap masa depan dengan penuh kebanggaan. RRI harus memberikan Informasi yang mengandung edukasi, memberdayakan masyarakat, mencerahkan bagi masyarakat, dan nasionalime, serta akurat dan terpercaya,” jelasnya.

Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia, Mistam, menjelaskan RRI hadir untuk mencerdaskan bangsa Indonesia dan sebagai alat revolusi bangsa Indonesia. “RRI harus menjadi media publik dengan mengutamakan kesatuan bangsa, dan keselamatan negara, serta berpegang teguh dengan UUD 1945,” jelasnya. Ia menjelaskan bahwa Komunikasi merupakan kebutuhan pokok, yang apabila kebutuhan tersebut gagal maka akan berpengaruh terhadap perkembangan bangsa Indonesia.

Dirut Utama RRI, M. Rohanuddin menjelaskan Hari Radio Republik Indonesia Ke-73 bertemakan Dari Sini Indonesia Masih ada dan Terus Ada, sangat pas dengan kondisi saat ini. “RRI akan terus selalu ada bagi Indonesia. RRI menjadi irisan Indonesia dan tak akan terpisahkan dengan Indonesia,” jelas M. Rohanuddin. Ia menjelaskan bahwa RRI memiliki pendengar terbesar di Indonesia. RRI telah dan akan selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat Indonesia. (rls)