Pemprov Lampung Kampanyekan Perlindungan Anak Terpadu

NATAR – -Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pemkab Lampung Selatan memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan mengampanyekan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Kampanye diisi jalan sehat di lapangan PTPN 7 Unit Usaha Pematang Kiwah, Natar, Lampung Selatan, Minggu (29/10/2017).

PATBM merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dilaksanakan di 34 provinsi dan 168 kabupaten di Indonesia. Tema yang diusung ‘Stop narkoba dan kekerasan seksual anak’.

“Bapak Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menitipkan bahwa masa depan emas generasi penerus bangsa di tangan ibu dan bapak sebagai orang terdekat. Sebagai orang pertama yang melindungi anak dan keluarga dari kejahatan narkoba dan kekerasan seksual pada anak,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung, Bayana, saat menyampaikan sambutan Gubernur Lampung.

Bayana yang juga mantan Camat Natar itu menjelaskan permasalahan narkoba tidak lagi mengenal batas usia, pendidikan, ekonomi, status sosial, dan jenis kelamin. Kelompok usia terbesar yang menjadi korban adalah remaja dan perempuan yang notabene merupakan aset penerus bangsa. “Jadi, para orang tua harus lebih ekstra waspada mengawasi dan membimbing anak di tempat tinggal dan sekolah,” kata Bayana.

Dia semua keluarga yang ada di Natar Desa Natar menjaga keamanan dan keselamatan anak. Insya Allah bahaya narkoba dan kekerasan seksual pada anak itu bisa kita atasi. Inti dari perlindungan narkoba dan kekerasan seksual ini ada pada keluarga terdekat,” kata Bayana yang juga mantan Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Kabupaten Lampung Selatan itu.

Terkait Hari Sumpah pemuda 28 Oktober 1928, kata Bayana, Indonesia ini ke depan ada di tangan pemuda. Dia mengajak pemuda menghormati simbol simbol negara, bendera, lagu Indonesia Raya, dan lambang negara Pancasila. “Saya berharap orang tua dapat membimbing anak karena tumbuh kembang anak menjadi pejuang dimulai sejak kecil,” ujar Bayana.

Acara seperti ini menurut Kepala Desa Natar, Edi Swaspodo, merupakan ketiga kali yang diselenggarakan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. “Desa Natar termasuk dalam zona merah dengan kekerasan anak dan narkoba,” kata Edi Swaspodo.

Acara dilanjutkan juga diisi pembagian doorprize dari Gubernur Lampung berupa pertanyaan mengenai Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda. Pertanyaan ini dimenangkan Dewi Yulisari siswi SDN 4 Natar, Lampung Selatan. (rls)