Pemprov Gulirkan Rp10,8 Miliar untuk Usaha Pangan 

Kepala Dinas ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Kusnardi, pada halal bihalal PUMP di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggulirkan dana sebesar Rp10,8 miliar untuk pelaksanaan program Gapoktan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) Provinsi Lampung.

Dana tersebut rencananya untuk 55 Gapoktan di Bandarlampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus. Melalui dana itu, Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo mengajak pengelola PUPM, agar dapat menguasai pasar beras di Lampung agar terhindar dari mafia.  PUPM, kata Ridho, merupakan terobosan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian sebagai solusi mengatasi tingginya disparitas harga antara produsen dan konsumen serta untuk stabilisasi harga pangan. “PUPM dengan 55 gapoktan harus menguasai beras di Lampung.

PUPM harus menjadi ‘kopassus’ beras di Lampung,” kata Gubernur Ridho melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Kusnardi, pada halal bihalal PUMP di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. PUPM diharapkan dapat berperan langsung dalam mengatasi masalah oversupply dari petani. Sebaliknya, di luar masa panen dan situasi tertentu lainnya dan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menahan gejolak harga.

Gubernur Lampung mengapresiasi kinerja seluruh gapoktan dan kelompok tani se-Provinsi Lampung yang berpartisipasi menjaga stabilitas harga pangan khususnya pada Ramadan lalu. Menurut Kusnardi kegiatan PUPM dilaksanakan dengan menyalurkan bantuan kepada gapoktan untuk dapat melakukan jual beli komoditas pangan yang bekerja sama dengan Toko Tani Indonesia (TIT) sebagai saluran pemasaran. Di Lampung, PUPM tersebar di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus.

Kehadiran Gapoktan PUMP menurut Ketua Asosiasi Gapoktan PUPM Provinsi Lampung, M Eswahyudi, membantu masyarakat dan petani mengendalikan harga. “Kami berharap PUPM ini bisa terus berlanjut, karena manfaat PUMPM bisa dirasakan masyarakat. Hal tersebut terbukti terkendalinya harga menjelang Hari Raya Idulfitri dan Ramadhan lalu,” kata Eswahyudi. Program PUPM berlangsung sejak 2016 melibatkan 55 gapoktan, terdiri dari gapoktan 2016 sebanyak 20 gapoktan dan 2017 sebanyak 35 gapoktan. “Kami menargetkan pasokan beras hingga akhir Desember 2017 sebanyak 40 ton dipasarkan melalui TTI di Jabodetabek,” kata Eswahyudi. (lpr)