FORUM KOMUNIKASI SATKER BLU UNTUK KEMAJUAN BERSAMA

BANDARLAMPUNG – Lima satuan kerja (satker) pengelola Badan Layanan Umum (BLU) Provinsi Lampung bertemu pada forum komunikasi untuk membahas informasi terkait perkembangan BLU dari masing-masing satker.

“Forum komunikasi satker BLU Provinsi Lampung ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, berbagi pengalaman dan menyampaikan informasi terkait BLU dari masing-masing satker demi kemajuan bersama,” kata Wakil Rektor II UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. Faisal, MH saat meyampaikan pengantar pada pertemuan forum komunikasi tersebut di UIN Raden Intan, belum lama ini.

Pertemuan forum komunikasi tersebut dihadiri oleh pengelola BLU dari UIN Raden Intan Lampung, Universitas Lampung, Poltekkes Tanjung Karang, Bandara Raden Intan, dan  Balai Riset dan Standarisasi Industri Lampung. Hadir juga pada pertemuan ini Rektor UIN Raden Intan dan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung.

Rektor UIN Prof. Dr. H.Moh. Mukri, M. Ag menyampaikan apresiasi atas forum komunikasi tersebut. ”Forum komunikasi ini cukup penting untuk menyamakan frekuensi terkait BLU. Juga membahas kebaikan dan bermanfaat atau tidak BLU tersebut,” kata Rektor saat memberi sambutan.

Ia mencontohkan yang sedang diterapkan di UIN Raden Intan. “Sekarang pendidikan mahal berkualitas itu biasa. Tetapi bagaimana kita memberikan pendidikan murah tapi berkualitas. Ini yang saat ini kami (UIN) lakukan. Paradigmanya seperti itu,” jelas Prof. Mukri.

Terkait remunerasi, UIN Raden Intan sudah menerapkan remunerasi per-Januari 2017. Sebelum menerapkan remunerasi, pengelola BLU UIN Raden Intan melakukan kajian, FGD dengan ahli, studi banding dan berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait.

“Menurut Kemenkeu BLU kami (UIN) cukup sehat. Jadi dapat menerapkan remun. Remunerasi ini juga masih tahan percobaan dan pengembangan. Jangan sampai ada kesalahan dalam penerapannya,” ujar Rektor saat berbagi pengalaman.

Rektor juga menambahkan, perubahan kelembagaan menjadi BLU ini harus membawa manfaat baik untuk lembaga maupun penghuni lembaga. “Bagi mahasiswa kita beri pendidikan murah yang berkualitas. Bagi pegawai dan dosen kita berikan remunerasi agar lebih sejahtera,” pungkasnya.

Hal yang disampaikan rektor disambut baik oleh Kepala  Kanwil DJPb Lampung Alfiker Siringoringo. Menurut Alfiker, banyak hal yang bisa dipelajari dari pengelolaan BLU di UIN Raden Intan.

“Ada beberapa point yang saya catat dari penjelasan pak Rektor (UIN). Pertama soal kualitas, kedisiplinan, peningkatan kinerja,” kata Alfiker.

Kepala Kanwil itu juga memaparkan bahwa forum komunikasi ini sudah pernah bertemu beberapa kali. Ia mengatakan, forum komunikasi ini cukup penting untuk diskusi, sharing knowledge, pengalaman, dan hal lainnya. Karena menurutnya, lembaga yang sudah menjadi BLU harus memiliki perubahan yang lebih baik. (rls)