Bachtiar Ajak Budayakan Membaca Sejak Dini

BANDAR LAMPUNG —- Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri mengajak seluruh masyarakat membudayakan membaca sejak dini dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyrakat. Sebab, kemajuan suatu bangsa sangat tergantung pada tingkat kecerdasan dan karakter masyarakatnya.

“Membaca adalah kunci kecerdasan. Dengan membiasakan budaya membaca kita dapat meningkatkan talenta dan kapasitas diri”,  ujar Wagub saat menghadiri Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca tahun 2018 di Gedung Pusiban, Rabu (19/9/2018).

Wagub juga menyampaikan bahwa membaca merupakan suata metode terbaik untuk meningkatkan pengetahuan dan telenta setiap individu. Sebab dengan membaca dapat memperbaiki karakter diri, kapasitas diri meningkatkan talenta dan pada akhirnya meningkatkan peradabaan suatau bangsa.

“Untuk mengatasi dekadensi moral bangsa kita harus melakukan trannsformasi dengan gerakan revolusi mental untuk memperbaiki karakter bangsa. Merubah pola fikir menjadi lebih produktif, kratif, optimis dan berorientasi pada pada proses”, kata Wagub.

Acara sosialisasi ini masih dalam rangkaian peringatan Hari Berkunjung ke Perpustakaan dan Hari Gemar Membaca 2018 dengan tema Implementasi Program Revolusi Mental mewujudkan Indonesia Cerdas 2024. Sosialisasi kali ini menghadirkan Kepala Perpustakaan Nasional Muh. Syarif Bando sebagai keynote Speaker.

Pada kesempatan itu, M. Syarif menyampaikan bahwa beragam definisi literasi yang difahami masyarakat namun dapat disimpulkan bahwa literasi adalah kemampuan diri pada setiap individu untuk menggunakan segenap potensi dan kemampuan yang dimilikinya dalam hidup untuk meningkatkan talenta, menyampaikan gagasan,  maupun menciptakan suatu barang.

Menurut Syarif, membaca merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan tingkat literasi. Membaca juga merupakan gerbang peradaban, dengan membaca menjadikan masyarakat cerdas, berkualitas.

“Setiap orang harus membudakan membaca untuk mempertahankan kemampuan dan ilmu pengetahuan yang dimilki,” ujarnya.

Dijelaskannya juga untuk mendukung memasyarakatkan budaya membaca dan meningkatkan literasi peran perpustakaan sangat dibutuhkan. “ Peran perpustakaan sebagai gudang buku yang merupakan sumber bacaan dan tulisan, memperbaiki tatanan perpustakaan, menambah koleksi buku, atau menambah jam kunjungan. perpustakaan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Perpustakaan harus dioptimalkan tidak hanya yang ada di sekolah, tetapi juga dilingkungan masyarakat” kata Syarif.

Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur juga memberikan Piala bagi pemenang perlombaan yang diadakan dalam rangakaian Peringatan Hari Berkunjung ke Perpustakaan dan Hari Gemar Membaca 2018.

Di antara nya Lomba Perpustaan Desa / Kelurahan, Perpustakaan sekolah terbaik, Pustakawan terbaik, bercerita bagi mahasiswa/i, SD/Mi Negeri / swasta dan Lomba Roket air bagi siswa SMP. (rls)