JAKARTA – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Enny Nurbaningsih mengatakan, Aries Sandi pernah jadi Bupati Pesawaran pada periode 2010-2015. Dan itu sebagai acuan dia memiliki Ijazah sah dan itu bisa secara gamblang dijelaskan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesawaran.
Hal ini diungkapkan saat live striming youtube MK saat sidang perdana gugatan hasil Pilkada 2024 yang di layangkan paslon nonor urut 2 Nanda Indiri – Antonius terkait ke absahan Ijazah Aries Sandi, Sabtu (8/1/25) malam.
” Yang Anda persoalkan ini soal ijazah yang hilang tahun 2018. Namun, dia lulus tahun 1995 dan pernah menjadi Bupati Pesawaran periode 2010-2015. Pakai ijazah apa waktu itu? Apakah saudara tahu?… Tolong KPU nanti bisa memberikan jawaban,” ujarnya
Menurutnya, Aries Sandi yang pernah menjabat sebagai Bupati Pesawaran pada periode 2010-2015 tentu memiliki ijazah yang sebelumnya.
“Berarti ini bukan hal baru, karena dia lulus tahun 1995 kemudian pernah menjadi Bupati dan mencalonkan kembali. Berarti kan ada ijazah yang dia gunakan sebagai salah satu syarat,” jelas Enny.
Enny menyampaikan, agar kuasa hukum paslon Nanda- Anton bisa membuktikan gugatannya.
“Karena saya lihat disini bukti yang anda berikan hanya surat keterangan pengganti ijazah tahun 2018. Jadi, apakah ada ijazah sebelumnya saat dia mencalonkan?” ujarnya.
Kemudian, dalil kedua yang disampaikan oleh Nanda- Anton melalui kuasa hukumnya adalah terkait dugaan utang Aries Sandi selama menjabat sebagai Bupati Pesawaran pada periode 2010-2015.
Hakim MK menyebutkan bahwa bukti yang diberikan pemohon tidak menunjukkan dimana letak yang didalilkan sebagai hutang suatu Pemerintah Daerah yang belum dibayarkan.
“Tolong anda bisa tambahkan bukti soal hutang itu ya kalau memang kemudian lanjut, kalau tidak lain soal ya,” pungkansya. (*)