Tarif Khusus untuk Gay Muda

tu pancingan mereka terhadap pengunjung berusia 17-25 tahun yang dianggap popcorn, berondong. Tapi pada saat penggerebekan kita tidak mendapatkan anak berusia di bawah 18 tahun," ungkapnya.

JAKARTA – Pihak kepolisian menggerebek Atlantis Gym di Ruko Permata Blok B, Kelapa Gading, Jakarta Utara, karena diketahui menjadi tempat pesta seks ‘The Wild One’ untuk kaum homoseksual (gay). Setiap diselanggarakan pesta seks, pemilik bisa hadirkan 100 pengunjung datang ke lokasi.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan, pada Mei 2017, sudah ada tiga event pesta gay yang digelar Atlantis Gym sebelum digerebek dan lebih dari 100 orang datang ke ruko tersebut setiap minggu.

“Dari pengecekan data-data sebelumnya, jumlahnya selalu di atas 100 tiap event dan yang jelas ada di hari Sabtu-Minggu,” ujar Nasriadi kepada wartawan di Ruko Permata Blok B, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (23/5).

Nasriadi menjelaskan, ada harga khusus yang dipasang bagi pria yang berumur muda. Karena sebagai taktik memancing pengunjung yang berumur muda dan setiap event yang digelar pengunjung dikenakan tarif berkisar Rp185 ribu.

“Itu pancingan mereka terhadap pengunjung berusia 17-25 tahun yang dianggap popcorn, berondong. Tapi pada saat penggerebekan kita tidak mendapatkan anak berusia di bawah 18 tahun,” ungkapnya.

Sementara Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono mengatakan pengelola acara pesta gay di sebuah ruko di Kelapa Gading mengundang peserta dengan mengirimkan pesan berantai (broadcast) untuk mengajak peserta datang ke acara tersebut.

“Hasil pemeriksaan kami yang terbaru, mereka utamanya para pengunjung datang ke sana karena ada broadcast lalu ajakan ke TKP. Mereka pernah ke mari lalu dicatat identitas, nomor HP. Lalu kalau ada event di sini, mereka langsung broadcast para tamu yang sebelumnya pernah datang kemari,” kata Dwiyono.

Dengan cara tersebut, pengunjung akan mengetahui adanya event yang akan digelar. Mereka menggunakan aplikasi pesan instan untuk menyebarkan undangan tersebut. “(Pakai) Whatsapp ada, BBM ada,” tuturnya.

Dwiyono mengatakan kegiatan pesta gay ini sudah dilakukan lebih dari setahun ke belakang. Event tersebut digelar pada akhir pekan. Padahal, ruko tersebut berdasarkan izin usahanya diperuntukkan sebagai tempat fitness.

Pengamanan yang ada di ruko tersebut pun diakuinya sangat ketat. Proses penyelidikan untuk mengungkap kasus ini dilakukan selama dua minggu.

“Di sini sangat ter-protect berkaitan dengan keamanan di sini. Kita sudah pelajari 2 minggu. Sehingga kita bisa masuk ke dalam,” ucap dia.

Di lokasi yang sama, Kasat Reksrim Polres Jakut AKBP Nasriadi mengatakan para peserta pesta gay ini berkomunikasi dalam lingkupnya sendiri. Mereka akan saling memberikan rekomendasi terkait kegiatan pesta seks sejenis ini.

“Ramai-ramainya hampir dua tahun terakhir. Mereka ini kan satu per satu. Dari omongan grup mereka sendiri. Misalnya saya gay, kamu gay. Saya bilang ‘tuh di sana bagus’,” ujarnya.
Sebanyak 141 pria dibawa polisi dari lokasi tersebut saat adanya pesta gay bertajuk “The Wild One”. Pada Senin (22/5) sore kemarin sebanyak 126 orang dipulangkan setelah diperiksa dan didata polisi.

Sementara ini, 15 orang masih ditahan polisi. Mereka terdiri dari sepuluh orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan lima orang terindikasi menggunakan narkoba. (dtc)