Pusing Dolar Naik

SEBENARNYA saya tidak ada urusan dengan mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Memegangnya saya jarang. Apalagi menyimpannya.

Pernah sih dahulu sekali, pas momen menikah ada yang memberi 2000 dolar. Tapi itu dulu. 16 tahun yang lalu. Masak saya harus menikah lagi, biar ada yang memberi uang dolar kembali.

Lalu ada juga yang pernah memberi saya uang dolar beberapa tahun yang silam. Kalau tak salah, pas momentum kumpul-kumpul salah-satu partai politik disalahsatu hotel mewah di Jakarta untuk memilih ketua. Lantaran ikut “nongkrong” menjadi penggembira, ada salahsatu teman yang memberi saya 500 dolar AS.

“Bagi-bagi rezeki,” katanya tanpa saya ingin tahu darimana sumbernya. Saya anggap saja, ini uang sebagai pengganti biaya “kenakalan” selama disana.

Tapi jujur, kini saya terusik dengan adanya kenaikan nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar AS yang telah menembus level Rp 15.200 lebih. Saya terusik, bukan karena saya telah menjadi pengusaha top yang telah GO Internasional. Sehingga harus berbisnis dengan bertransaksi memakai dolar.

Bukan pula karena saya ingin liburan atau bermain judi di Las Vegas. Sekali lagi bukan. Mana bisa saya menjalaninya. Wong bahasa Inggris saya, toeflenya dibawah kecebong.

Tapi saya terusik, karena kenaikan nilai kurs rupiah terhadap dolar, kini sudah menyentuh dan mengusik kehidupan saya.

Apa itu ? Bahan Bakar Minyak (BBM) naik. Naiknya BBM otomatis membuat saya, dan saya yakin keluarga-keluarga lainnya harus memutar otak. Slip sana-sini untuk mencari tambahan rezeki ditengah membumbungnya harga-harga kebutuhan ekonomi lainnya. Termasuk juga biaya anak-anak sekolah dan sebagainya.

Karenanya saya mohon, pemerintah sekarang (baca : Jokowi) harus memiliki cara-cara cerdas dalam mengatasi permasalahan naiknya nilai dolar ini.

Tidak hanya dengan cara instan misalnya menaikkan harga BBM yang justru akan merugikan dan menyusahkan kehidupan ekonomi masyarakatnya. Tapi harus dengan langkah-langkah kreatif dan super. Seperti Pahlawan atau jagoan Amerika dalam film-film produk Marvel Cinematic Universe (MCU). Bisa Hulk, Spider-Man, Iron Man, Thor, Ant-Man, Doctor Strange, Black Panther dan lainnya.

Mohon jangan tuntut saya untuk menjelaskan caranya. Karena saya bukan ahlinya. Bisanya saya, ya hanya menyampaikan keluh-kesah seperti ini. Syukur Alhamdulillah, jika didengar.

Ini jika Jokowi ingin dipilih lagi untuk memimpin negeri ini buat yang kedua kalinya. Jika tidak, ya sudahlah. (wassalam)