DINAMIKA PILGUB dan Sikap Tegas Polda

HIMBAUAN Kapolda Lampung Irjen. Pol. Suntana, agar setiap kontestan yang terlibat dalam Pilkada serentak 2018 dapat menciptakan iklim damai dan berpolitik santun, agaknya harus menjadi pegangan kita semua. Tujuannya satu. Agar kedamaian dan ketentraman yang tercipta di bumi Lampung tidak boleh “tercabik-cabik” oleh oknum kandidat, tim sukses atau apapun sebutannya, yang dengan sengaja mencoba melakukan berbagai upaya provokasi dan memecah belah.

Karenanya, saya sangat mendukung langkah Polda Lampung yang bakal menelusuri operator demo guru dan ketua rukun tetangga (RT) ke Pemprov Lampung terkait dana bagi hasil (DBH), Senin (22/1) lalu. Sebab terlepas, pihak mana yang keliru, sangat tidak pantas masalah DBH diselesaikan dengan cara yang kurang pantas, seperti demo dan lainnya. Masih ada upaya lain yang bisa ditempuh. Seperti bermusyawarah dan duduk satu meja antara Pemprov Lampung dan Pemkot Bandarlampung, hingga benang yang kusut bisa terurai.

Dengan demikian, jika memang benar nantinya ada indikasi tunggangan politis dengan membenturkan masyarakat Kota Bandarlampung dengan Pemprov Lampung, maka sudah semestinya Kapolda dan segenap jajarannya mengambil langkah tegas. Sebab disadari atau tidak, jelang politik pemilihan pemimpin bebas seperti ini memang menimbulkan perpecahan di masyarakat. Apalagi sekelas Pemilihan Gubernur.

Dimana kharisma dan popularitas tokoh kontestan dapat menarik dan menyihir aksi fanatik para pendukungnya. Dengan demikian sangat tidak elok, jika ada tokoh kontestan yang justru menonjolkan “kharismanya” dengan cara yang kurang arif dan bijak. Misalnya dengan melakukan “provokasi”.

Untuk itu, kini sudah saatnya jajaran Polda Lampung menonjolkan kewibawaan institusi. Jangan segan-segan menangkap dan menindak siapapun yang akan menciptakan keresahan atau kekacauan di Bumi Lampung tercinta ini. Siapapun orangnya, siapapun tokohnya, siapapun backingnya, meskipun katanya massa pengikutnya tak terhingga jumlahnya, jangan sekali-kali menunjukan rasa jerih dan takut.

Seret dan tangkap, agar mereka sadar, bahwa dinegeri ini ada hukum yang harus ditaati dan dijunjung tinggi.(wassalam)