Bersyukur yang Indah

RASA bahagia itu sebenarnya sangat dekat. Dia bisa ditemui setiap saat. Caranya pun mudah. Dengan selalu bersyukur dan memuji atas apa yang telah diberikan-NYA.
Mengapa ini perlu saya ungkapkan ? Belum ini saya bertemu dengan dosen semasa kuliah saya dahulu. Dia menceritakan kisah temannya yang sangat hidup sederhana dan merupakan pegawai biasa. Meski begitu hidupnya tenang, jauh dari kegaduhan.
Suatu saat temannya ini agak “disindir” oleh tetangganya yang kaya-raya. “Mas kenapa sih senangnya bekerja seperti sekarang, dari dulu hingga kini hidup mas terlihat sangat susah,” tanya tetangganya.

Lantas apa jawaban teman dari dosen saya ini ? Dia hanya tersenyum. Lalu dengan suara lembut dia menjawab. Bahwa yang dinilai “kesusahannya” ini lantaran bertekad untuk menyekolahkan putra-putrinya. Anak yang pertama kini sudah mengambil sekolah S3. Begitu juga anak kedua dan ketiga. Masing-masing sudah menempuh jenjang S2. Sementara yang bungsu kini sedang menempuh kuliah S1 kedokteran.

”Kalau saya biarlah susah seperti ini, yang penting nantinya anak-anak saya akan bahagia dan berguna bagi masyarakat sekitarnya,” tuturnya.

Mendengar pernyataan ini, sang tetangga pun seperti tersambar petir. Wajahnya merah padam. Dia tidak menyangka bakal mendapat jawaban seperti itu. Sebab hingga kini rumah tangganya ternyata belum dikarunia putra/putri oleh Sang Maha Kuasa.

Saya perlu mengungkapkan cerita ini karena kini banyak di sekitar kita yang lupa dengan kebahagiaan yang sebenar-benarnya. Demi mengejar kebahagian kita kadang lupa waktu saat bekerja. Kita suka mengeluh jika tidak memiliki harta yang melimpah. Kita suka iri melihat mereka yang hidup mewah. Dan kita suka mudah kagum sekaligus iri melihat mereka yang dikarunia jabatan.

Padahal sekali lagi, kebahagiaan yang hakiki tersebut sebenarnya ada di sekitar kita. Yang paling sederhana dan nilainya tidak terhingga adalah saat melihat orang-orang yang kita cintai dalam keadaan sehat wal-afiat.

Untuk itu, hari ini saya selalu memohon doa pada illahi. Supaya ibunda saya yang kini terbaring sakit dapat disembuhkan dari rasa sakitnya serta disembuhkan penyakit yang dideritanya. Saya mohon ya Allah SWT, supaya saya dapat sangat bahagia dan bisa tersenyum kembali.(wassalam)