Polisi Lanjutkan Periksa Saksi Temuan Jasad Bayi

METRO – Aparat Kepolisian Resor Metro melalui Satuan Reserse Kriminal melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di internal Chandra Superstore terkait temuan jasad bayi dalam toilet.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro, Ajun Komisaris Gigih Andri Putranto menyebutkan bahwa pemeriksaan terhadap sejumlah karyawan Chandra Superstore masih berlanjut.

“Untuk para saksi yang pasti ada 7 saksi yang kita lakukan pemeriksaan. Dan ini akan kita periksa 3 saksi lagi. Pemeriksaan saksi-saksi akan terus kita lanjutkan. Dan untuk hasil visum luarnya juga belum kita dapatkan, kita juga akan koordinasi dengan rumah sakit umum bagaimana hasil pemeriksaan nantinya,” ucap Kasat saat dikonfirmasi awak media, Kamis (13/11/2019).

Meski belum dapat menyimpulkan hasil penyelidikan atas temuan jasad bayi tersebut, hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Sambil menunggu hasil pemeriksaan dari anggota yang lain, tetap dasar kita kan keterangan saksi-saksi itu, karena data pendukungnya sangat minim, jadi kita masih upaya lebih maksimal lagi untuk penyelidikan. Kita masih belum bisa menentukan apakah itu dari internal atau eksternal, karena memang kita masih perdalam lagi pemeriksaan itu. Kami akan secepatnya menyimpulkan, tapi dalam artian secepatnya itu berdasarkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang ada,” terang Kasat.

Ia mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut akan terus dilakukan terhadap saksi internal Chandra Superstore.

“Yang pasti pemeriksaan karyawan chandra sebagai saksi tetap terus kita lakukan, tapi memang kita sortir. Hanya beberapa saja yang akan kita periksa. Untuk sejauh ini kita masih mendata dulu, dari anggota saya tetap melakukan penyelidikan siapa saja yang akan diperiksa lanjutan,” kata dia.

Pihaknya mengaku memiliki sedikit hambatan dalam upaya mengungkap pelaku pembuangan jasad bayi tersebut.

“Estimasi dari kami, bayi itu meninggal sekitar 3 hari sebelum ditemukan, dan itu tali pusar juga masih ada di bayi. Dugaan kami juga itu proses melahirkan tanpa bantuan orang lain, ataupun tanpa bantuan medis maupun dokter. Dan kesulitan kita memang saksi-saksi yang melihat secara langsung minim, dan tidak adanya CCTV kemudian juga memang dari depan juga tidak termonitor baik,” pungkas Kasat Reskrim.

Diketahui, jasad bayi laki-laki tersebut ditemukan di toilet wanita Chandra Superstore pada 10 Juni 2019 sekira pukul 09.30 WIB. Dalam jasad yang terbungkus plastik itu ditemukan juga jilbab dan baju berlogo Aceh. (Arby)