Lima Pernyataan Sikap Ormas Islam Metro

METRO – Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam dan tokoh agama (Toga) di Kota Metro, Rabu (31/10/2018), memutuskan lima poin sebagai pernyataan sikap bersama pasca kejadian pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat.

Penyataan sikap bersama tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Majelis Ulama (MUI) Kota Metro, M. Saleh dengan diikuti sejumlah Ormas Islam, Toga, TNI, Polri, Ketua DPRD, hingga Wali dan Wakil Walikota beserta perangkatnya di Gedung Deviacita Mapolres Metro.

Kelima poin itu adalah, pertama, mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Lampung untuk mengedepankan musyawarah dan saling pengertian dalam mengatasi berbagai masalah bangsa. serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan sesuai kearifan Masyarakat Lampung dan nilai luhur Bangsa Indonesia.

Kedua, terjadinya pembakaran bendera di Garut, kita sepakat untuk meredam situasi di Lampung dan menjaga suasana agar tetap damai dan kondusif.

Ketiga, mengajak seluruh Masyarakat Lampung untuk bergandengan tangan, merajut nilai kebangsaan dan kemuakhian, dan menolak segala bentuk upaya adu domba dan pecah belah.

Keempat, menyerukan seluruh masyarakat Kota Metro untuk menahan diri agar tidak memperbesar masalah dan secara khususnya kepada segenap Umat Islam untuk bersama-sama mengedepankan dakwah Islam yang bil hikmah wal mauidzatil hasanah.

Kelima, menyerahkan sepenuhnya permasalahan Ini kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikannya sesuai dengan hukum yang berlaku seara adil, proporsional dan profesional.

Usai pernyataan bersama itu, masing-masing Pimpinan Ormas Islam hingga Walikota menandatangani isi pernyataan tersebut.

Kapolres Metro AKBP Umi Fadillah Astutik melalui Kasat Intelkam Polres setempat, Iptu Dedi Yohanes, SH menyampaikan, sedikitnya terdapat 20 peserta yang menyampaikan pernyataan tersebut.

“Kita mengajak bapak ibu sekalian untuk hadir pada hari ini bersama-sama menjaga kondusifitas Kota Metro agar tetap aman, dingin, sejuk, dan damai. Ada 20 orang yang kita libatkan. Untuk ormas islam nya banyak tapi yang kita hadirkan hanya 6 perwakilan ormas Islam yang ada di Metro. Di antaranya, Pimpinan Cabang NU, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Metro, GP Ansor, Ponpes Radatul Qur’an, Yayasan As Sunnah, Ponpes Ittibaa’us Salaf,” jelasnya.

Sementara itu terkait pernyataan tersebut, mewakili Ponpes Ittibaa’us Salaf Kota Metro, Abdulrahman menyatakan dukungannya terhadap peran serta TNI dan Polri dalam menjaga kondusifitas Kota Metro.

“Intinya jangan sampai Kota Metro ini terjadi pembakaran bendera seperti yang di sana. Dan tujuan dikumpulkannya tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah yang ada di Kota Metro ini supaya Metro ini aman dan kondusif. Kita mendukung pemerintah kita, khusunya TNI dan Polri agar segala bentuk yang membuat perpecahan di Indonesia dapat di buat kondusif, dan kita serahkan kepada beliau-beliau ini supaya tidak terjadi anarkis,” tandasnya. (Arby)