Warganet Pro-Kontra Sikapi Kiai Ma’ruf Amin Digoyang Penyanyi Dangdut

JAKARTA-  Sebelum berangkat ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2019, Jokowi-Ma’ruf Amin berkumpul bersama dengan para pendukungnya di Tugu Proklamasi, Jakarta.

Ada momen menarik, di mana Kiai Ma’ruf Amin asyik digoyang penyanyi dangdut di atas panggung.

Ma’ruf Amin menepuk tangannya tampak senang nada musik ‘Goyang Dua Jari’ dipelesetkan menjadi ‘Ayo Pilih Jokowi’ itu dinyanyikan oleh pedangdut Sandrina di depan ribuan penonton.

Sontak hal tersebut, membuat seorang warganet respons merekam momennya sembari mengomentari. Pun viral di beberapa group Whatsapp. “Astaghfirullah, mbak, mbah,” sesal pria dalam video tersebut.

“Kalaupun bergoyang juga menyesuaikan hentakan lagu. Salahnya dimana? Goyangnya juga sopan. Dia juga tidak pamer paha, tidak pamer buah dada, tidak pamer aura,” sambung akun itu. Disisi lain, akun Instagram pendukung Joko Widodo, @maklambeturah, menjelaskan bahwa KH Ma’ruf Amin hanya berdiri tepuk tangan di barisannya. Sementara Sandrina berbaju sopan saat bernyanyi.

Namun demkian ada juga warganet yang berkomentar berbeda.

“Mana matamu? Kau bilang si Sandrina pakek baju sopan? Tidak nampak aurat? Jelas-jelas dia pakek baju ketat, tanpa tutup aurat kepala, bergoyang di depan ulama. Begitukah hormat pada ulama?” tanya akun @ferryfebrilian.

Sementara itu akun @ronnie_kecil juga menyayangkan pembelaaan terhadap Kiai Ma’ruf Amin atas aksi dangdutan tersebut. Menurutnya, Ma’ruf Amin yang masih menjabat ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak pantas diperlakukan seperti itu.

“Berpikirlah yang logis bri, dia orang besar yang perlu dihormati jangan bawa beliau ke tempat yang tidak pantas,” tegasnya.

Begitu juga dengan akun @irfanpramadi yang menyayangkan dengan panitia kampanye yang menggelar acara dangdutan. Sebab acara ini seperti tidak menghormati kehadiran Ma’ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi.

“Ini timses Jokowi udah tahu menggandeng ulama mbok ya jangan adakan acara-acara seperti itu. Ya pasti banyak yang marah. Logikanya kok nggak dipake itu lho,” tukasnya. (rmol.co/net)