Soal Uang Rp450juta, Azazie Tagih Janji Zulkifli Anwar

BANDARLAMPUNG – Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, H. Zulkifli Anwar dinilai tidak komitmen oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Lampung, P. Azazie STGD. Alasannya mantan Bupati Lampung Selatan (Lamsel) yang juga merupakan orangtua dari Bupati Kabupaten Pesawaran, Dendi Ramadhona itu, menurut Azazie hingga kini tak kunjung menyelesaikan “kewajiban” kepada dirinya.

“Ada kewajiban yang belum dibayar oleh Zulkifli Anwar senilai Rp450 juta terhadap saya. Dulu, dia pernah memberikan cek tunai Bank Mandiri. Tapi saat saya akan mencairkan ternyata tidak bisa,” tutur Azazie, Minggu (3/6) malam.

Cek tunai tersebut terangnya tertanggal 10 Agustus 2015 itu bernomor GI 310137. Azazie sendiri mengaku telah beberapa kali melakukan berbagai upaya untuk menagih.

“Tolong kalau luang, bantu saya lunasi. Tapi dijawab nanti-nanti oleh Zulkifli Anwar. Alhamdulillah hingga kini belum dibayar. Padahal akibat masalah ini, saya sampai ribut dengan keluarga karena uang yang saya pakai milik mertua,” terang Azazie.

Mirisnya lagi setiap ditagih janjinya, Zulkifli Anwar menurut Azazie selalu berpesan agar masalah ini tidak diketahui oleh Dendi Ramadhona.

“Ini urusan kita kakak-beradik, Dendi jangan sampai mengetahui, pesan beliau (Zulkifli Anwar, red). Tapi ya mau gimana, sudah hampir 3 tahun saya bersabar ternyata tetap nihil. Semua janji tinggal janji. Dengan berat hati saya harus ungkapkan ini kepublik,” tegas Azazie.

Disinggung apakah akan menempuh langkah hukum ? Azazie belum dapat memastikan. Alasannya dia masih menunggu itikad baik dari yang bersangkutan.

“Semoga saja di bulan ramadhan ini, Allah SWT memberikan hidayah kepada yang bersangkutan untuk menyelesaikan kewajibannya. Sebab janji ini akan dimintakan pertanggungjawabannya diakhirat nantinya, bila tidak diselesaikan,” himbaunya.

Sayang hingga berita ini diturunkan, Zulkifli Anwar belum berhasil dikonfirmasi wartawan koran ini. Beberapa kali dihubungi via ponselnya nomor 08191000****, ternyata dalam keadaan tidak aktif dan hanya dijawab operator agar meninggalkan pesan. (red)