LAMPUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Fatah Sulaiman terkait kasus suap penerimaan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang menjerat Rektor Karomani.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut Fatah Sulaiman bakal diperiksa sebagai saksi untuk Karomani.

“Hari ini (30/9) bertempat di Polresta Bandar Lampung, Tim Penyidik menjadwalkan pemanggilan saksi,” kata Ali Fikri dilansir detikcom, Jumat (30/9/2022).

Sayangnya, Ali belum menjelaskan detail apa hubungannya Rektor Untitra bisa tersangkut dalam kasus dugaan suap Unila.

Selain Fatah Sulaiman, KPK turut menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi lainnya. Diantaranya; Hero Satrian Arief selalu Kabiro Akademik Unila; Nandi Haerudin selaku Wakil Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru Unila tahun 2022; Arif Sugiono selalu Wakil Dekan bagian Umum dan Keuangan Fisip Unila; Hery Dian Septama selaku Sekretaris Penerimaan Mahasiswa Baru Unila tahun 2022; Karyono selaku Koordinator Sekretariatan Penerimaan Mahasiswa Baru Unila tahun 2022; dan Destian selaku pegawai honorer Unila.

Dalam perkara ini, Karomani ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (20/8). Selain Karomani, KPK menetapkan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryand, Ketua Senat Unila Muhammad Basri, dan pihak swasta Andi Desfiandi.

Dalam OTT itu, KPK menyita uang tunai berjumlah Rp414,5 juta, slip setoran deposito dengan nilai Rp 800 juta, hingga kunci safe deposit box yang diduga berisi emas senilai Rp 1,4 miliar. Selain itu, KPK menyita kartu ATM dan buku tabungan berisi uang Rp 1,8 miliar.

Dalam konstruksi perkaranya, KPK menduga Karomani aktif terlibat dalam menentukan kelulusan calon mahasiswa baru dalam Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila). Karomani mematok harga yang bervariasi untuk meluluskan mahasiswa mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 350 juta. (dtc)