Polres Mesuji Siap Proses “Oknum” Pungli

MESUJI – Polisi Resort (Polres) Mesuji menyatakan kesiapannya untuk mengawal apapun bentuk pungutan liar (Pungli) yang terjadi. Hal ini disampaikan Wakapolres Mesuji, Kompol Nuswanto, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. (26/7).

“Ketika ada oknum yang melakukan pungli tanpa ada dasar yang jelas pasti akan kita proses”, ucapnya tegas kepada SKH BE1Lampung.

Ketika disinggung tentang dugaan pungli (retribusi) tiket dan parkir waterboom taman kehati yang belum memiliki payung hukum (Perda), Nuswanto yang juga merupakan Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Mesuji ini mengatakan bahwa permasalahan tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Sementara, Kepala Inspektorat Kabupaten Mesuji, Supratomo menjelaskan bahwa terkait pungutan retribusi serta meninggalnya seorang anak berusia 8 tahun tersebut telah dilimpahkan ke Polres. “Kita sudah limpahkan berkasnya, biar polres yang menangani, ya intinya biar Bupati dan pihak Polres yang menyelesaikan, ucapnya via telpon. (1/8).
Sayangnya, ketika disinggung berapa jumlah dana yang didapat dan digunakan untuk apa hasil dari pungutan restribusi tiket dan parkir pengelolaan waterboom taman kehati, Supraptomo juga enggan berkomentar.

Diketahui sebelumnya, dugaan Pungli di Kabupaten Mesuji akhir-akhir ini selalu menjadi perbincangan publik. Hal ini kembali menguap saat Bupati Mesuji membagikan gaji ke-13 kepada 2.292 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Taman Kehati, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanjung Raya.

Kepada SKH BE1Lampung, beberapa PNS yang mendapatkan gaji ke-13 menyampaikan adanya pemotongan dana sebesar seratus ribu rupiah (12/7).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji, Lampung, melalui surat elektroniknya membantah adanya pungutan liar (Pungli) atau pemotongan gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungannya. Melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol, Ronal Nasution, S.Stp, Pemkab Mesuji berdalih hal tersebut bukanlah pemotongan, tetapi merupakan “Sumbangan” untuk Taman Kehati Mesuji. (12/7).

Sayangnya, Ketika ditanya jumlah dana yang terkumpul, siapa yang mengkoordinir, dan digunakan untuk apa pembangunan di Taman Kehati, Ronal enggan berkomentar, Pemkab Mesuji terkesan tertutup kepada publik dan media ketika dikonfirmasi. (14/7). (Red).