Polda Lampung Rekonstruksi Kasus Kematian Sopir Bupati Lampura Yogi Andika

BANDARLAMPUNG –  Polda Lampung menggelar rekontruksi kematian Yogi Andika, mantan sopir pribadi Bupati Lampung Utara (Lampura), Agung Ilmu Mangkunegara. Rekonstruksi diadakan di kediaman Arnol di Gang Hamim jalan WR. Monginsidi, Bandarlampung, Minggu (28/10).

Kasus kematian Yogi Andika yang terjadi tahun lalu, mulai menemukan titik terang. Polda Lampung berhasil menangkap MI alias Bowo, yang diketahui sebagai ajudan bupati Lampura dan diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap alm. Yogi Andika, beberapa bulan yang lalu.

Berdasarkan petunjuk dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Polda Lampung kembali melakukan rekonstruksi di kediaman Arnold, rekan alm. Yogi Andika. Berdasarkan penelusuran di lokasi, diketahui Arnol adalah pemenang sayembara, yang mana diberitakan sebelumnya bahwa M I alias Bowo mengadakan sayembara bagi siapa yang bisa memberitahu keberadaan Yogi Andika maka akan diberi imbalan Rp.5 juta.

Ketika itu, pengeroyokan terjadi di rumah Arnol yang dilakukan oleh beberapa orang, yang diduga kuat merupakan orang dekat Bupati Lampura.

Di kediaman Yogi Andika, ibu kandung almarhum, Fitria Hartati, yang didampingi putrinya Lilian Rosita, menceritakan kronologi kematian Yogi Andika. Menurunya, setelah melakukan pemukulan terhadap alm. Yogi Andika, MI alias Bowo bersama rekan, yang diduga lebih dari 4 orang, membawa korban ke Lampura menuju rumah dinas Bupati.

“Setibanya di rumah dinas Bupati Lampung Utara, Yogi pun masih mendapat siksaan yang luar biasa, sampai berdarah-darah akibat pukulan yang dilakukan oleh MI alias bowo dan teman-teman. Setelah mengalami siksaan, Yogi dibawa kembali ke Bandarlampung. Karena diduga sudah meninggal, korban dibuang di seputaran jalan Gajah Mada (Bypass), sekitar pukul 01.15,” terang Fitria Hartati.

Ditambahkannya, Yogi yang semula pingsan dengan kondisi tubuh penuh luka lebam, sekitar pukul 07.00 WIB, Yogi Andika siuman. Dengan dibantu ojek, yogi pun tiba di kediamannya. Fitria Hartati yang terkejut melihat kondisi putra sulungnya spontan teriak histeris sehingga mengundang perhatian tetangga dan orang sekitar. Seketika Yogi Andika pun dilarikan ke rumah sakit.

Setelah mendapatkan perawatan medis dan kondisi mulai membaik, Yogi pun menceritakan kronologi kejadian, seperti yang telah dijelaskan Dahlia.

Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan oleh tim gabungan Polres Lampura, Polda Lampung dan tim Inafis bahwa rusaknya organ tubuh Yogi Andika disebabkan pukulan yang sangat keras.(sinarlampung.co)