Mukri Ajak Hargai Perbedaan, Jangan Paksakan Persamaan

BANDARLAMPUNG – Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag., mengajak semua masyarakat Lampung agar tidak terpecah belah dan saling bermusuhan. Terutama mensikapi adanya tahun politik. Dimana kini ini masyarakat di”gegap-gempitakan” dengan momentum Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pada tahun 2018 mendatang.

Menurut Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung ini, pada hakekatnya manusia diciptakan Allah SWT dimuka bumi memiliki perbedaan masing-masing. Baik dari segi fisik, pemikiran maupun tingkah laku.

“Manusia itu ditakdirkan untuk berbeda,” tegas Guru Besar Mata Kuliah Ushul Fiqh yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, kemarin.

Namun perbedaan yang sudah merupakan sunnatullah ini jangan sampai dijadikan dasar untuk kemudian terpecah belah dan saling bermusuhan. Apalagi hanya gara-gara berbeda dukungan terhadap calon atau tokoh yang digadang-gadang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah.

“Perbedaan yang dimiliki masing-masing individu, haruslah dimanfaatkan untuk saling menghargai serta tolong menolong. Apalagi potensi masyarakat Lampung sangat luar biasa. Bila dapat disatukan, saya yakin Lampung dapat semakin maju dan bisa sejajar dengan provinsi lain di segala bidang. Karena di Lampung ada segalanya,” himbau Mukri.
Karenanya tambah Mukri, sangat disayangkan bila potensi yang ada justru malah tercerai-berai. Pemicunya sederhana. Hanya lantaran adanya perbedaan pendapat atau pilihan. Mengapa ?
“Sebab berbeda agama atau keyakinan saja diperbolehkan. Apalagi hanya berbeda pilihan atau dukungan dalam politik. Ini tidak masalah. Yang penting, jangan jadikan itu sebagai alasan penyebab masyarakat kemudian terpecah belah dan saling bermusuhan,” sarannya.

Contoh nyata yang bisa dilihat adalah bagaimana bangsa Indonesia hidup damai dan tetap eksis sampai dengan saat ini. Penyebabnya karena lebih mengedepankan untuk menghargai perbedaan dan tidak memaksakan persamaan. Hal ini berbeda dengan bangsa-bangsa di Timur Tengah yang selalu bergejolak dan terjadi peperangan dengan sesama saudara hanya karena menginginkan semuanya sama.

“Kita bangsa Indonesia harus banyak bersyukur dibandingkan dengan negara timur tengah yang bergejolak karena lebih mengedepankan perbedaan dan tidak mencari persamaan. Dan sebagai bagian dari Indonesia, masyarakat Lampung harus bisa mengedepankan nilai-nilai luhur dengan mengedepankan sikap saling menghargai, menghormati dan meningkatkan silaturahmi,” ajaknya.

Oleh karenanya, Mukri meminta seluruh ummat Islam untuk saling memberikan dan mengedepankan pengertian kepada sesama manusia. Apalagi di momen Idul Fitri 1 Syawal 1438 H, yang merupakan saat tepat untuk saling memaafkan. “Melalui halal bi halal, mari kita saling memaafkan, kita perkuat iman kita setelah digembleng selama satu bulan dalam puasa Ramadan. Mari hilangkan perbedaan dengan lebih mengedepankan rasa kebersamaan,” tutupnya.(red)