Masa Tenang, Calon Tidak Tenang

BANDAR LAMPUNG – Proses panjang Pilkada Lampung, Pilgub maupun Pilbup sudah akan berakhir. Terhitung sejak Minggu (24/6), penyelenggara Pemilu sudah tak lagi memperkenankan seluruh calon beraktivitas mencari dukungan. Artinya, di masa tenang ini, tak ada lagi yang boleh berkampanye, baik langsung maupun tidak.

Tapi dalam kenyataannya, di masa tenang ini, tak sedikit calon maupun tim suksesnya masih berupaya mempengaruhi masyarakat untuk memberikan hak suaranya. Bahkan, badan pengawas Pemilu mencium banyak upaya untuk menggoyang hati patra pemilih, dengan barang dan taburan uang.

Misalnya dugaan adanya pembagian uang bernilai miliaran rupiah yang ditemukan di Kecamatan Tanjungkarang Pusat. Itu belum termasuk upaya-upaya tim sukses yang masih kasak kusuk mencari masyarakat labil Pemilu.

“Ada Paslon yang siap memberi uang lebih banyak kalau ada masyarakat yang mencoblosnya,” kata Damar, warga Sukarame. “Saya sih terima saja uangnya, tapi soal pilihan bagaimana nanti,” katanya sambil tertawa.

Selain rayuan materi, sejumlah paslon juga masih berupaya mempengaruhi masyarakat dengan pemberitaan tentang calon-calonnya. Di Medsos seperti Whatsapp, twitter maupun facebook, tak sedikit netizen yang masih mempromosikan calonnya, memberikan gambaran baik sang calon dengan harapan dapat mempengaruhi para pemilih.

Mirisnya lagi, tak sedikit juga yang memberikan gambaran buruk tentang salah satu calon. “Terlepas dari itu, saya berkeyakinan masyarakat Lampung sudah pintar, cerdas membaca situasi,” kata Pak Arsalan, warga Kupang, Telukbetung Utara.

Terpisah, Kapolda Lampung Irjen Suntana dan jajaran menggelar Istighosah Kamtibmas di Mako Polda Lampung, kemarin (24/6). Istighosah bertema ‘Dengan Spirit Bulan Suci Ramadhan 1439 H Kita Wujudkan Pilkada Lancar, Aman dan Damai di Wilayah Hukum Polda Lampung ‘ itu menghadirkan Ustad Ahmad Al Habsyi dan DR.LH Buckhori Muslim Lc, MA sebagai pemberi tausyiah keagamaan.

Kepada wartawan, Kapolda berharap acara ini dapat mendinginkan Lampung yang saat ini ‘panas’ dengan suasana pemilihan kepala daerah.

“Kami berharap calon dan seluruh pendukungnya dapat meneduhkan suasana. Jangan memancing dan terpancing. Biarlah masyarakat yang menentukan pilihan, mencari gubernur terbaik,” kata polisi bintang dua ini. (ilo)