Mahfud MD Sebut KH Ma’ruf Amin Suruh NU Ancam Jokowi

VIVA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut ancaman dari salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menyatakan jika yang dicalonkan sebagai cawapres Jokowi adalah Mahfud MD, maka NU tidak punya tanggung jawab moral untuk mendukungnya, adalah suruhan Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin.

“Itu ada (pernyataan ancaman), Robikin namanya. Ribut seluruh Indonesia. Itu dibantah (PBNU) padahal itu ada. Yang suruh itu Kyai Ma’ruf Amin. Bagaimana saya tahu? Muhaimin (Ketum PKB Muhaimin Iskandar) yang bilang ke saya,” kata Mahfud MD di Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa malam, 15 Mei 2018.

Pengakuan Muhaimin itu disampaikan ketika bertemu Mahfud di Jalan Empu Sendok, Kebayoran Baru, pekan lalu. Pertemuan Muhaimin-Mahfud atas inisiasi mantan pengurus PBNU As’ad Ali. Disitu, Muhaimin kata Mahfud, membantah menyebut Mahfud bukan kader NU.

“Terus saya tanya, gimana yang main ancam-ancam itu? Itu yang nyuruh Kyai Ma’ruf,” ujar Mahfud mengutip Muhaimin.

Soal ancaman boikot dukungan NU jika Mahfud yang dipilih jadi cawapres Jokowi itu bermula ketika Presiden Jokowi pada Rabu siang, 8 Agustus 2018, memanggil Rais Aam PBNU KH M’aruf Amin, Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Ketum PPP Muhaimin Iskandar ke Istana.

Jokowi meminta saran masukan soal nama cawapres. Saat itu, Jokowi tidak menyebut nama cawapres yang dimaksud. Namun kemudian, ketiga tokoh NU ini bertemu di kantor PBNU dan mengetahui bahwa nama kandidat cawapres Jokowi adalah Mahfud MD.

“Dia (Kyai Ma’ruf) marah, kalau gitu kita katakan kita tidak bertanggungjawab moral kepada pemerintah kalau yang dipilih cawapres bukan kader, kata Muhaimin. Panggil Robikin, bikin rilis ke media, yang mendikte (rilis media) itu Kyai Mar’uf. Itulah permainan,” terang Mahfud.

Mahfud menegaskan lahir dan dibesarkan di tengah kultur keluarga NU. Ia banyak berkecimpung di organisasi yang berafiliasi secara langsung maupun tidak langsung kepada NU. Karenanya, ketika dituding tidak didukung lantaran bukan kader NU, Mahfud heran.

“Saya ini orang NU tapi mau berangkat bukan sebagai kader NU, tapi kader bangsa, kenapa NU ngancam-ngancam kalau bukan NU akan bereaksi. Ini kan guyonan ntar selesai dengan ketawa-ketawa, tapi saya bisa senang bisa mengungkap ini,” ungkapnya.(net)