Ismet H. Jayanegara Bantah Ada Bu Lee ikut Rapat Pemenangan Jokowi Bersama  Pengurus Golkar dan PDI-P Lampung

BANDARLAMPUNG – Tekad Bos PT. Sugar Group Companies (SGC) Purwanti Lee memenangkan pasangan calon 01, Jokowi-Maruf Amin di Lampung agaknya tidak main-main. Buktinya Rabu (20/3) malam, wanita yang akrab disapa Bu Lee ini langsung ikut rapat pemenangan di Woods Stairs Café, Jl. Urip Sumoharjo, Bandarlampung.

Hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung terpilih yang juga Ketua DPD Partai Golkar Lampung, Arinal Djunaidi. Lalu Ketua dan pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Lampung. Ada juga elit DPD PDI-Perjuangan Lampung, Tulus Purnomo dan Mukhlis Basri.

“Dalam pertemuan ini, seluruh ponsel peserta rapat “diamankan” sementara. Alasannya tidak boleh ada rekaman suara atau foto,”tutur sumber wartawan koran ini yang kebetulan ada di dekat lokasi acara.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Ismet H. Jayanegara, mengklarifikasi pemberitaan di surat kabar BE 1 Lampung terkait adanya rapat tersebut.

“Waktu itu, saya tidak melihat ada Bu Lee, karena saya langsung naik kelantai atas dan langsung minta izin tidak ikut rapat lantaran saya harus ke Jokjakarta mengejar pesawat malam,” bantah anggota DPRD Kabupaten Lamsel ini, Senin (25/3).

Karenanya Ismet mengaku kurang mengetahui, jika ponsel para peserta rapat “diamankan” dengan alasan tidak boleh ada rekaman suara, video atau foto yang mendokumentasikan jalan rapat tersebut.

“Kalau ponsel saya tidak. Karena ponsel saya “jadul”. Tidak bisa untuk merekam, memfoto, lebih-lebih untuk membuat video, ga tau kalau yang lainnya,”terang Ismet lagi ramah.

Seperti diketahui sebelumnya Bos PT. SGC Gunawan Yusuf dan Purwanti Lee, ikut Jokowi di acara deklarasi dukungan ke paslon 01 di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Jumat (8/3). Setelah deklarasi dukungan petani, nelayan, dan buruh bertajuk Jokowi Sekelik Lampung di Lapangan Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, Lamteng, Gunawan dan Purwanti Lee kembali mendampingi Jokowi pada acara serupa di PKOR Wayhalim, Bandarlampung. Di PKOR Wayhalim, para alumni perguruan tinggi dan pelajar SMA yang deklarasi mendukung paslon 01.

Keberadaan PT. SGC sendiri kerap mendapat sorotan. Bahkan baru-baru ini, Serikat Mahasiswa Dan Pemuda Lampung (SIMPUL) menyampaikan aspirasi ke DPRD Lampung dan Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo.

Dalam asiprasinya, Rosim Nyerupa selaku koordinator aksi menyampaikan harapan mengenai gugatan terhadap perusahaan PT. SGC. Dia mendorong Pemprov Lampung serius mengkaji kembali polemik sengketa perusahaan PT. SGC demi tegak berdirinya keadilan rakyat ditanah Lampung.

Untuk itu, pihaknya mendorong dan meminta Ridho membuat kebijakan yang pada intinya melakukan pengukuran ulang terhadap lahan SGC.

“Diakhir masa jabatan pak gubernur ini, harus membekas ditengah masyarakat. Selaku kepala daerah, semoga pak gubernur berpikir yang sama dengan Presiden Jokowi untuk menyikapi persoalan HGU lahan ini demi kemaslahatan umat di Lampung khususnya,” tegas Rosim.

Selain itu, Gubernur Ridho, juga harus bertanggung jawab dalam urusan ini. “Maka tidak dapat kita pungkiri keterkaitan PT. SGC dalam realitas politik lokal di Lampung juga berdampak. Lebih-lebih kami tidak percaya kepada gubernur mendatang akan mampu menyelesaikan permasalahan ini sebab dengan berbagai sudut pandang kedekatan dengan SGC itu sangat nyata,” papar Rosim.

Dalam aspirasi tertulis yang diterima Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, koordinator aksi SIMPUL menyebutkan 5 tuntutan sebagai berikut :

Meminta Gubernur Lampung membuat kebijakan pengukuran ulang lahan, Meninjau kembali izin perusahaan dan aktivitas produksi. Mengintruksikan BPN melakukan pengukuran ulang lahan HGU secepatnya. Mendesak Gubernur dan DPRD Lampung saling berkoordinasi atas tuntutan mahasiswa (SIMPUL) dan menindaklanjuti temuan-temuan Pansus DPRD Tulang Bawang.(red/net)