Herman Cuti, ASN Pemkot Merasa Lebih Sejahtera

BANDARLAMPUNG – Cutinya Walikota Bandarlampung, Herman HN karena ikut kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung disambut gembira Aparatur Sipil Negara (ASN), setempat. Pasalnya Plt Tugas Walikota Yusuf Kohar dinilai lebih memperhatikan kesejahteraan mereka.

Dimana hak-hak seperti tunjangan kinerja (tukin) ASN, pembayaran kini lancar dan rutin dilakukan setiap bulan. Ini berbeda di era Herman HN. Dimana pembayaran tukin ASN tersendat. Bahkan hingga kini ada 13 bulan tukin ASN yang belum dibayar. Tahun 2017 yang macet 6 bulan serta tukin tahun 2016 yang juga macet selama 7 bulan.

“Beda sekali zaman Herman HN dengan Yusuf Kohar saat menjabat Plt Walikota Bandarlampung. Perbedaan dirasakan ASN karena pembayaran tukin mulai lancar. Tidak nunggak,” cetus salahsatu ASN Pemkot Bandarlampung.

Bahkan lanjut ASN yang keberatan nama disebutkan, tidak hanya ASN yang bisa bernapas lega. Tapi ketua RT, kepala lingkungan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, guru honorer dan lain merasa gembira. Pasal diberbagai kesempatan, Yusuf Kohar menegaskan memprioritaskan pembayaran insentif mereka secara rutin tanpa ada penunggakan.

“Karenanya kami berdoa bapak Yusuf Kohar dapat terus memimpin Kota Bandarlampung,” tegasnya.

Seperti diketahui Walikota Bandarlampung Herman HN sebelumnya diminta jujur mensikapi nasib ASN yang harus gigit jari lantaran tukin tidak terbayar 13 bulan. Hal ini diungkapkan netizen yang aktif di media sosial (medsos). Seperti ditulis akun facebook Gunawan Handoko.

“Kalau nggak bisa bayar ya berterus terang, minta keikhlasan para ASN,” tulis Gunawan Handoko.

Begitupula akun facebook yang menamakan Himalson Soni. “Ya harus ditanggapi kepala dingin. Apalagi itu hak yang harus dibayarkan. Semua harus bisa menerima jika itu memang ada kesalahan gak perlu di besar besarkan. Mari kita ciptakan suasana adem,” tulisnya.

Begitu pula akun Ummu Nisa. “Kalo ada issue begini, ya silahkan pak Herman jawab benar atau tidaknya. Pemberi info jangan di intimidasi dong. Siapa aja boleh kan menyuarakan. Silahkan pak Herman yang jawab. Buat para tim sukses (TS) silahkan sampaikan sama pak Herman kalo ini untuk kebaikan beliau juga.

Akun Irmawan Awan bicara hal senada. “Iya itu semua demi kebaikan para calon. Lebih baik bangkit oleh kritik dari pada hancur karena pujian.terimakasih.”

Seperti diberitakan usaha ASN agar tukin dibayar Pemkot menemui jalan buntu. Pasalnya Pemkot memilih melunasi insentif ketua RT, kepala lingkungan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk triwulan ke empat yakni Oktober, November, Desember 2017. Anggaran sekitar hampir Rp11 miliar yang dibayarkan Wali Kota BandarLampung, Herman HN di Gedung Semergou Pemkot setempat, Selasa (16/1/2018).

Tentu saja kebijakan Herman mendapat cibiran jajarannya. “Harusnya Pak Wali bisa memperioritaskan pembayaran tukin kami tahun 2017 macet 6 bulan. Dan tahun 2016 juga macet 7 bulan. Tapi seperti harapan kami akan hilang,” tutur salahsatu ASN Pemkot Bandarlampung.

Menurutnya, sakit sekali menjadi ASN Pemkot Bandarlampung. “Kami mengerti mengapa insentif RT dan lainnya dibayar. Biasa politik buat pilkada. Tapi tolong tukin kami dibayar karena berguna untuk kebutuhan sehari-hari. Mungkin bagi Pak Wali, tidak seberapa. Tapi bagi kami berguna. Tapi mau gimana lagi, kami hanya bisa pasrah. Biar Allah SWT yang membalas,” tuturnya lagi.

Nasib malang ASN Bandarlampung seiring tidak terbayar tukin oleh Walikota Herman HN, tak hanya mendapat simpati ASN se- Lampung. Di media sosial (medsos) Facebook ramai membahas. Rata-rata mereka menyesalkan mengapa bisa terjadi.

Seperti yang tertulis dalam akun Fb Tuti Sriwahyuni. “Mosok udah ada FLY OVER, TUKIN bisa macet sampai 6 bulan…

Selanjutnya, akun Komar Zamas. “Gimana geh mau jadi gubernur tukin pegawai aja nggak kebayar..

Akun Gunawan Handoko menuliskan hal yang sama. “Tukin itu hak bagi para ASN dan tidak ada alasan bagi Pemerintah Kota untuk menunda-nunda pembayarannya. Jangan karena ASN nggak berani protes karena takut sanksi, lantas diperlakukan semena-mena.
Sungguh ini potret buram yang bukan hanya memilukan, tapi juga memalukan. Mengapa yg dikorbankan justru para ASN yg nota bene pengelola aset Negara.

Macetnya pembayaran tukin para ASN Pemkot hingga enam bulan ini mendapat simpati ASN. Mereka menyesalkan peristiwa ini bisa terjadi.

“Astagfirullah. Kok bisa tukin enam bulan belum cair. Gila ini mah. Kasihan benar nasib pegawai Bandarlampung. Kami saja pegawai di Pemprov Lampung cair semua,” tutur Yn, salahsatu pegawai Pemprov Lampung, Jumat (8/12).

Hal sama diungkapkan Ed, pegawai di lingkungan (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel). Dia menyatakan keprihatinan mengapa pembayaran tukin bisa tidak cair hingga enam bulan. Padahal angggaran tukin dibutuhkan ASN memenuhi kebutuhan ekonomi. “Waduh tukin kok macet. Pantas saja banyak yang hijrah (pindah pegawai, red),” terang Ed.(red)