Giliran Jauharoh Haddad Mundur dari Partai Golkar

BANDARLAMPUNG – Satu persatu kader dan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Lampung menyatakan mundur. Kini giliran, Dra. Jauharoh Haddad, MM., mantan anggota DPRD Provinsi Lampung 1999-2004, menyatakan mundur. Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Provinsi Lampung ini mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Bidang Sains dan Tekhnologi DPD Partai Golkar Provinsi Lampung.

Pengunduran diri Jauharoh Haddad tertuang dalam suratnya yang ditujukan kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi cq Kepala Sekretariat DPD Partai Golkar Provinsi Lampung. Surat pengunduran kader perempuan dengan NPAPG 08090000297 ini tertanggal 14 Agustus 2017.

“Pengunduran diri ini sehubungan dengan kesibukan saya mengurus usaha bisnis yang selama ini terbengkalai,” tulis Jauharoh Haddad dalam suratnya.

Sebelumnya, Miswan Rodi, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Lampung juga memutuskan hengkang dari Partai Golkar dan memilih bergabung dengan Partai Nasdem.
Menurut Miswan, pada hakekatnya dia masih mencintai Partai Golkar. Bagaimanapun dia tidak akan lupa terhadap Partai Golkar yang telah menjadikannya sebagai anggota DPRD Lampung Tengah selama dua periode serta anggota DPRD Lampung.

Namun kini kondisi Golkar Lampung semasa dipimpin Arinal Djunaidi sangat berbeda. Gaya kepemimpinan yang bersangkutan seperti mengelola perusahaan. Saling menonjolkan ego dan rasa individualisme. Tidak ada rasa solidaritas dan setia kawan. Yang muncul sikap saling curiga dan tidak percaya antara satu dengan lainnya.

Mirisnya lagi tidak ada pembelaan yang dilakukan oleh Arinal sebagai Ketua DPD Partai Golkar Lampung terhadap kadernya yang tertimpa masalah hukum. Padahal diakuinya masalah hukum yang menimpa dirinya beserta Azwar Yacub serta Joni Cornie, semata-semata terjadi demi membela Partai Golkar.

“Padahal tidak terhitung beberapa biaya yang telah saya keluarkan untuk membesarkan Partai Golkar, semua murni dana pribadi. Tapi ternyata tidak ada apresiasi sama sekali. Inilah yang mendorong saya untuk mundur dari Partai Golkar,” urai dia.

Dan alhamdulillah tegas Mirwan, kemunduran dirinya ternyata mendapat atensi dari teman-teman yang ada di Partai Nasdem. Mereka pun kemudian mendaulatnya sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Lampung Tengah.(red)