Bocah Tewas Tertimpa Pohon, Pemkot Harus Tanggungjawab

BANDARLAMPUNG – Tewasnya Ikbar Agustuwanda (13) lantaran tertimpa pohon di Jalan Sam Ratulangi, Penengahan Raya, Tanjungkarang Pusat, mendapat perhatian akademisi Universitas Lampung (Unila) Yhannu Setiawan, S.H., M.H. Dosen Fakultas Hukum (FH) Unila ini berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, bertanggungjawab.

“Peristiwa ini bukan hanya musibah, tapi bisa dikatakan merupakan kelalaian, kita semua prihatin dan mengucapkan duka yang mendalam terhadap keluarga korban,” tutur Yhannu Setiawan.

Menurut Yhannu, jika Pemkot sigap dan melakukan pengawasan secara reguler, terhadap kondisi pohon-pohon yang ada diwilayahnya, bisa saja kasus ini dihindarkan.

“Yang namanya Pemkot itu bertanggungjawab terhadap seluruh kehidupan sosial kemasyarakatan warganya. Misalnya dalam hal ketentraman, ketertiban, dan rasa nyaman. Makanya saya sebut peristiwa ini selain musibah tapi merupakan kelalaian, dimana Pemkot tidak bisa memberikan rasa aman dan nyaman. Bahkan akibat peristiwa ini harus menelan korban nyawa yang tidak berdosa,” jelasnya.

Karenanya Yhannu berharap DPRD Bandarlampung dapat melakukan fungsinya. Yakni melakukan kontrol dan mempertanyakan kinerja Pemkot, terkhusus dalam mengawasi aset-aset yang ada termasuk masalah kondisi pohon–pohon pelindung yang ada di Kota Bandarlampung.

“Ini Logika hukum dan logika kemanusiaan yang kita pakai. Tidak boleh Pemkot lepas tangan. Berikan santunan yang layak kepada keluarga korban. Sebab bagaimanapun pohon-pohon pelindung yang ada di Kota Bandarlampung merupakan aset Pemkot. Karenanya mereka punya kewajiban untuk mengontrol dan mengawasi,” jelas lagi.

Sementara itu puluhan pelayat, tampak mengantar jenazah Ikbar Agustuwanda ke tempat peristirahatannya di TPU Klenong Sukajawa, kemarin (10/10). Ikbar merupakan penumpang ojek online yang tertimpa pohon di Jalan Sam Ratulangi, Penengahan Raya, sehari sebelumnya.

Setelah tertimpa pohon kedondonghutan, Ikbar tidak tertolong. Sedangkan pengemudi ojek online Angel Bertus Widianto (50) warga Jalan Sam Ratulangi, Gang Rapena, Tanjungkarang Pusat masih dirawat di rumah sakit.

Ikbar dilepas di rumah duka yang terletak di Jalan Sam Ratulangi, Gang Pisang, Penengahan Raya, Tanjungkarang Pusat menuju ke pemakaman umum Klenong Sukajawa. Sebelum dimakamkan jenazah di sholatkan terlebih dahulu di Masjid sekitar pemakaman. Puluhan pelayat mengantar jenazah bahkan keluarga dari Pesawaran turut menghantar jenazah.

Sebelumnya diberitakan, sebuah pohon kedondong hutan yang berada di depan Kantor PMI Lampung, Jalan Samratulangi, Kedaton, tumbang, Selasa (9/10). Nahas, pohon berdiameter sekitar 50 cm itu menimpa pengendara ojek online yang sedang membawa penumpang.

Akibatnya, Ikbar Agustuwanda (13), yang menjadi penumpang, meninggal dunia. Meski sempat mendapatkan perawatan di RS DKT, nyawa Ikbar tidak terselamatkan. Sementara pengemudi motor bernama Angel Bertus Widianto (50), warga Jalan Sam Ratulangi Gang Rapena Nomor 25/21 Lk 3, Penengahan Raya, Kedaton, dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan di RSUAM.

Rekan Angel, Sigit, menceritakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 16.38 WIB. Saat itu, Angel baru menerima orderan.

“Jadi beliau (Angel) baru saja jalan pickup (jemput) penumpang di depan PMI. Baru sekitar 200 meter jalan, tiba-tiba pohon tumbang pas kena ke motornya,” cerita Sigit saat ditemui di ruang UGD RSUAM, Selasa petang. (tbc)