Belum Jadi, Proyek Flyover MBK Diduga Retak

BANDARLAMPUNG – Belum lagi rampung, pembangunan flyover di ruas Jalan Teuku Umar-ZA Pagar Alam di depan Mall Boemi Kedaton (MBK) sudah menyulut kontroversi. Itu setelah ditemukan retakan pada sambungan beton.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Achmad Riza, membenarkan itu. Kata dia, pihaknya mendapati ada retakan di konstruksi sambungan beton di Flyover MBK, tepatnya yang berada di depan Rumah Makan Bumbu Desa.

“Kita minta dinas PU untuk mengecek retakan konstruksi. Ini sebagai antisipasi agar kasus konstruksi flyover yang roboh di Jawa Timur tidak terjadi di Lampung,” jelas Achmad Riza.

Politisi Gerindra ini mengungkapkan, Dinas PU juga mesti memperhatikan jalan di samping kiri-kanan flyover, karena di samping jalan belum memadai dan aspal jalan belum mulus.

“Ini kan penyempitan jalan, karena pembangunan flyover. Coba kasih tau pihak rekanannya supaya memperbaiki jalannya, karena masih banyak yang berlubang,”ungkapnya.

Dengan kondisi jalan yang berlubang, bisa menghambat laju arus kendaraan. “Kalau jalan mulus kan enggak terlalu macet nantinya,” tambahnya.

Komisi III juga menghimbau kepada Dinas PU agar melakukan pengawasan lebih terhadap pembangunan flyover MBK, Kemiling, dan Pramuka.

Sementara itu, anggota DPRD lainnya, Yuhadi, menambahkan, jika kebanyakan proyek Dinas PU tanpa adanya plang proyek. Terlebih pembangunan tiga flyover yakni Jalan Teuku Umar-ZA Pagar Alam, Jalan Pramuka dan di Kemiling, yang ketiganya tanpa plang proyek.

“Kenapa semua plang proyek di kota ini nggak ada, tiga flyover ini juga nggak ada plang,” ucapnya-

Sementara, Plt Kepala Dinas PU Bandar Lampung, Iwan Gunawan, membantah tudingan DPRD jika pembangunan flyover ada patahan di sisi kanan, tepatnya di depan Maruman Siger.

“Nggak ada patahan-patahan itu. Ini juga nanti kan di cek langsung oleh Pak Syamsul (Kabid Bina Marga), biar jelas,” ujar Iwan Gunawan.

Kabid Bina Marga Dinas PU Bandar Lampung, Samsul, menjelaskan, jika pembangunan Flyover MBK tidak ada masalah.

“Mungkin hanya sambungan biasa, bukan patah, nanti kita cek lah di sana depan MBK,” tandasnya.

Pelaksana lapangan jalan layang MBK, PT Dewanto Cipta Karya, Sutarno, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan adanya retakan itu. “Saya belum yakin ada retakan. Nanti mau dicek dulu. Kami lihat retaknya kenapa,” ujarnya.

Pengamat transportasi Unila, Sasana Putra, mengatakan retaknya flyover MBK akibat perawatan beton atau besi cor yang kurang bagus dari kontraktor. “Atau bisa juga penyebabnya karena betonnya belum cukup umur, sudah ditimbun tanah. Ketika dipadatkan, mendapat tekanan ke samping, sehingga retak,” katanya seperti diwartakan lampost.co. (lpc)