Bawa Gajah, Mustafa-Jajuli Perdana Daftar ke KPU Lampung

BANDAR LAMPUNG – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Mustafa dan Ahmad Jajuli akhirnya menjadi Calonkada pertama yang mendaftarkan diri ke komisi pemilihan umum (KPU) Lampung, Senin (8/1/218).

Mereka mendatangi KPU Lampung sekitar pukul 08.15 WIB, dengan sejumlah masa pendukung. Bahkan, ada tiga ekor gajah hidup yang ikut mengantar pasangan dengan slogan ‘Mustafa Aja’ ini.

Pasangan Mustafa – Ahmad Jajuli didukung koalisi Kece, yakni Partai NasDem, Hanura dan PKS. Selain ketiga partai tersebut, beberapa pentolan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga terlihat saat pendaftaran tersebut. Mereka adalah Wakil Ketua PKB Lampung, Khidir Bujung dan juga anggota DPRD dari Fraksi PKB, Midi Ismanto.

Selain sejumlah tokoh politik PKS, NasDem dan Hanura, juga hadir dalam pendaftaran itu komisioner Bawaslu Lampung. Dari pemeriksaan berkas, KPU menilai masih ada beberapa persyaratan yang belum dilengkapi oleh pasangan ini. Diantaranya adalah laporan harta kekayaan hingga surat pengunduran diri Jajuli Isa sebagai anggota DPD RI.

Dalam kesempatan wawancara, Mustafa mengatakan, menjadi pasangan perdana yang mendaftar di KPU merupakan wujud keseriusan dan komitmennya untuk mewujudkan Lampung yang lebih baik.

“Menjadi pasangan pertama yang mendaftar ke KPU karena kami ingin menjadikan Lampung terbaik. Kami ingin menjadi pemimpin yang bekerja cepat, cerdas dan sesuai keinginan masyarakat,” ungkapnya.

Mengapa memilih Ahmad Jajuli menjadi pasangannya, menurut Mustafa, Ahmad Jajuli merupakan sosok ustad yang sangat santun dan dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan dari terpilihnya Ustad Jajuli sebagai  anggota DPD RI sebanyak dua kali.

“Dua kali beliau menjadi anggota DPD RI, ini menunjukan beliau diterima di masyarakat. Kolaborasi kami tidak membicarakan jatah porsi, tapi kami sama-sama berkomitmen untuk memajukan Lampung yang lebih baik,” imbuh Mustafa.

Kenapa Bawa Gajah?  “Gajah adalah lambang perjuangan rakyat, yaitu perjuangan melawan pembodohan, melawan politik gula, politik minyak dan politik susu yang efek jangka panjangnya jelas memiskinkan dan merugikan masyarakat Lampung,” jelas Mustafa.

Gajah Lampung, kata dia, adalah lambang perjuangan bersama masyarakat untuk berdaulat di atas tanahnya sendiri, tanpa intervensi dan perjuangan melawan korporasi jahat. Perjuangan ini adalah perjuangan untuk memihak rakyat dan pembangunan baik insfratruktur maupun manusianya, pro rakyat kecil pro petani pro buruh pro nelayan,pro pendidik dan honorer.

“Kami ingin memimpin masyarakat Lampung, membangun bersama masyarakat Lampung. kami ingin jadi gubernur, bukan boneka pengusaha,” pungkasnya.(ilo)