Bakumham Golkar Pastikan Adukan Bunda Eva ke Polisi

BANDARLAMPUNG – Ancaman Bakumham DPD Partai Golkar Kota Bandarlampung mengadukan Eva Dwiana yang tak lain istri Walikota Bandarlampung, Herman HN kepihak berwenang, agaknya bukan isapan jempol. Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD Partai Golkar Bandarlampung Ansori Wayka, S.H., M.H., memastikan laporan itu akan ditempuh. Pasalnya apa yang disampaikan Eva Dwiana yang akrab disapa Bunda Eva, bukan hanya menyinggung pribadi, saudara Yuhadi, SH.I. Tapi lebih-lebih mengusik kader Partai Golkar khususnya di Kota Bandarlampung. Dimana sebagai ketua partai, Yuhadi identik dengan simbol partai. Karena itu sudah kewajiban setiap kader menegakkan dan menjaga nama baik marwah partai.

“Atas dasar ini, kami memastikan masalah ini akan diteruskan keranah hukum. Pada intinya, kita di internal partai serta hasil diskusi berbagai kalangan menilai apa yang disebutkan Bunda Eva dalam rekaman video yang viral dimasyarakat sudah menjurus penghancuran karakter serta pencemaran nama baik terhadap Ketua DPD Partai Golkar Bandarlampung, Yuhadi,” tutur Ansori.

Lantas kapan laporan ini akan disampaikan ? “Saat ini kami sedang menunggu waktu yang tepat, yang pasti hasil kajian diinternal, kami menilai ucapan yang dilontarkan Bunda Eva masuk kategori pencemaran nama baik dan pelanggaran UU Ite,” tegasnya.

Seperti diberitakan, Bakumham Partai Golkar melalui Ansori Wayka sebelumnya menegaskan pihaknya sedang mengkaji secara hukum konten atau isi video yang sedang viral itu. Sekaligus mengkaji tata bahasa kalimat yang dilontarkan Eva Dwiana di video tersebut.

“Tim hukum telah mencatat ada beberapa konten yang perlu kita kaji secara detail serta mendalam yakni diantaranya soal dugaan pelecehan kapasitas dalam hal bertausiah dan membaca doa serta tudingan biasanya bisa bagi-bagi duit waktu kampanye. Hal ini nampaknya dikaitkan dugaan money politik Pemilihan Gubernur Lampung yang sengketanya telah diputus Bawaslu,” kata Ansori.

“Konten berikutnya, yakni pak Yuhadi kemarin dicariin sama DPR, kebetulan bunda DPR, rupanya dia kabur naik haji. Supaya ilang tanggungjawabnya. Lalu, konten lain adalah udah itu satu lagi saksi ilang, kalau saksi kemarin kita dapet Herman HN telak menang serta konten lainnya yakni Bapak yang baju kuning ini, nanti kalo Pileg jangan dipilih. Karena pasti bagi-bagi duit, kerjanya mah gak ada.”

Setelah mendengar, mengkaji dan menyusun materi hasil rekaman video Eva Dwiana yang diduga menyudutkan Ketua Golkar Yuhadi, maka Ansori bersama tim segera merampungkan kajian soal unsur atau syarat formil dan materiil yang mendukung sebuah laporan.

“Setelah materi dan bukti serta saksi dianggap cukup dan lengkap, kami akan laporkan Eva Dwiana ke Kepolisian Daerah Lampung, dengan didampingi beberapa pengacara dan kader serta simpatisan Partai Golkar,” tandas Ansori.

Langkah ini dilakukan, tambah Ansori, karena Yuhadi sebagai Simbol Partai. Sehingga sebagai kader merasa terusik dengan perkataan yang diduga menyudutkan ketua Partai Golkar Bandarlampung ini.

Bunda Eva sendiri kembali melontarkan rasa ketidakpuasannya pada hasil Pilgub Lampung dalam video yang viral dimasyarakat. Kali ini yang disasar adalah Yuhadi, Ketua DPD Partai Golkar Bandarlampung yang juga tim sukses Gubernur Lampung terpilih, Arinal Djunaidi. Sindiran bunda Eva yang juga anggota DPRD Lampung ini termuat di sebuah video berdurasi 2,50 menit.

“Saya kaget disini Pak Yuhadi bisa ceramah sama bisa baca doa, biasanya bisa bagi-bagi duit waktu kampanye kemarin. Saya cari di Mekkah, kebetulan saya haji juga, saya cari di Mekkah gak dapet, gak tau nyumput kemana, takut kali ketemu saya. Karena Masjidil Haram kan, disitu tempat diijabah doanya. Saya doakan di situ semoga dibukakan pintu hidayah untuk pak Yuhadi,” urai Bunda Eva.

Sebab papar Bunda Eva, sekarang ini segala cara orang untuk menentukan nafsunya. Dan mudah-mudahan bapak-ibu bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah. Bunda Eva melanjutkan sindirannya soal Yuhadi.

“Kalo bunda tidak bisa bertausiyah, karena bunda bukan terbaik, tapi saya berusaha yang terbaik. Insyaallah apa yang bunda lakukan, yang terbaik untuk bapak-ibu semua. Apalagi pak Herman sudah melakukan yang terbaik. Terutama bapak yang baju kuning ini (Yuhadi), nanti kalo Pileg jangan dipilih. Karena pasti bagi-bagi duit, kerjanya mah gak ada. Gak, Bunda doain menang, tenang,” ujarnya seraya tertawa.

Tak hanya itu, Bunda Eva mengeluarkan pernyataan yang isinya “Maaf ini main-main supaya ceritanya gak beda, karena pak Yuhadi kemarin dicariin sama DPRD, kebetulan bunda DPRD, rupanya dia (Yuhadi) kabur naik haji. Supaya ilang tanggungjawabnya. Udah itu satu lagi saksi ilang, kalo saksi kemarin kita dapet, Herman HN telak menang. Maaf bukan berarti bunda saat ini menceramahin pak Yuhadi, tapi saya dengarkan tausiahnya, tadi sampai tercengang saya,” urai Eva Dwiana.

Dihubungi terpisah, Yuhadi membenarkan tentang beredarnya video tersebut. Menurut Yuhadi, video itu direkam dalam suatu acara pernikahan kerabatnya di Kemiling, Bandarlampung. Yuhadi menyesalkan adanya penggalan bahwa dirinya kabur ke Mekkah berangkat haji, karena itu sangat melukai hatinya dan keluarga besarnya.

“Biarkan masyarakat yang menilai saja. Saya pergi haji karena panggilan Allah, bukan kabur apalagi nyumput di mekkah,” tandasnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bandarlampung ini mengaku prihatin dengan apa yang disampaikan Bunda Eva sebagai isteri Cagub Lampung yang kalah pada Pilgub 2018. “Tidak etis seorang isteri pejabat negara bicara di depan umum,” katanya.

Saat disinggung apakah dirinya akan mengambil langkah hukum merespon pernyataan Eva Dwiana Herman HN, dia menegaskan tengah mengkajinya. “Apakah saya menuntut atau tidak, saya sedang kaji.  Jika memenuhi syarat, pasti akan saya laporkan ke Polda,” pungkasnya.(red/net)