Ribuan Jemaah Padati Pengajian Akbar di Masjid 99 Cahaya, Umar Bangga

TUBA BARAT  Pengurus Masjid 99 Cahaya Islamic Centre Kabupaten Tuba Barat menggelar pengajian akbar bertajuk persatuan umat Islam untuk Kemaslahatan bangsa, khususnya di Bumi Ragem Sai Mangi Waway, Rabu (26/9/18) malam.

Ribuan jamaah menghadiri pengajian yang juga dihadiri oleh Bupati serta pejabat lainnya. Turut hadir pula beberapa pejabat daerah Kabupaten Tulangbawang.

Sementara Bupati Tuba Barat, Umar Ahmad menyampaikan rasa bangganya atas kegiatan-kegiatan keislaman di masjid kebanggaan masyarakat Tubaba tersebut.

“Saya sangat bangga dan bahagia bangunan Islamic di kabupaten ini sangat berguna. Saya berharap apapun kegiatan keislaman dapat dipusatkan di Masjid 99 Cahaya ini. Sehingga keberadaan masjid menjadi ramai, aktif dengan kegiatan umat muslim di Bumi Ragem Say Mangi Mawai ini,: katanya.

Dalam kesempatan itu, Umar juga sangat berterimakasih atas kedatangan Sekjen MUI dari Jakarta, Tengku Zulkarnaen.

“Yang telah menyempatkan waktunya untuk mengisi tausyah Di kabupaten Tubaba, sehingga masyarakat muslim Tubaba mendapatkan siraman rohani, ilmu agama yang bermanfaat sehingga Insha Allah tausyah yang disampaikan kiai dapat memebentuk karakter masyarakat muslim di Tubaba yang kuat sebagaimana seperti semboyan kita warga Tubaba Nemen, Nedes, Nerimo,”  katanya.

Terpisah, salah satu jamaah, Dedi Suryadi (44) mengatakan, tausiyah pengajian akbar itu mencerahkan pandangannya terhadap Islam. “Sangat bagus dan mencerahkan. Terutama tausiyah dari Ustaz Tengku Zulkarnaen,” kata Dedi kepada awak media.

Dia yang datang dari Tulangbawang itu sengaja datang karena memang ingin mendengarkan tausiyah dari kiai tersebut.

“Saya tahu dari beberapa media sosial. <akanya saya tertarik ke sini. Lumayan, isi tausiyahnya benar-benar nasionalis dan masuk ke jiwa,” tuturnya.

Senada dengan Dedi, Nur (45) jamaah perempuan dari Tangerang mengatakan, dirinya tertarik untuk datang karena ingin mendengarkan langsung tausiyah dari sang kiai.

Sementara, jamaah perempuan lainnya, Sakdiah (35) berpendapat isi tausiyah yang diberikan oleh ustad juga mencerahkan dan tidak memprovokasi.

“Menurut saya bagus, isinya mencerahkan dan tidak memprovokasi. Malah mengajak untuk berdamai. Saya harap semakin banyak yang ceramah tanpa provokasi, sehingga lebih menyejukkan lagi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tausyah yang disampaikan ada ajakan dari panitia untuk mengajak para jamaah Tulangbawang dan Tulangbawang Barat dan sekitarnya untuk mengikuti pengajian serta penyebaran agama islam di beberapa negara semisalnya Bangladesh, India dan beberapa negara konflik yang belum tersentuh dengan nilai-nilai agama islam sekaligus bertujuan untuk kegiatan kemanusiaan. (J&Z)