Puluhan Pelajar TK Belajar Mengenal Profesi Pemadam Kebakaran

METRO – Puluhan pelajar Taman Kanak-kanak (TK) atau Roudhatul Athfal (RA) Al Azhar Metro mendatangi kantor pemadam kebakaran (Damkar) Kota Metro, Rabu (6/3/2019).

Kapala Sekolah RA Al Azhar Metro Tuty Agustina mengatakan, kunjungan peserta didiknya itu guna mengetahui kinerja petugas pemadam kebakaran.

“Kami, para guru, mengajak anak-anak mengenal profesi pemadam kebakaran dan kerjanya seperti apa. Ini sangat penting dikenalkan kepada anak-anak usia dini, agar mereka dapat menangkap bahaya yang dapat ditimbulkan saat kebakaran. Kegiatan ini kita masuk ke dalam tema pembelajaran berkaitan dengan profesi untuk pemadam kebakaran. Di sini tadi kita telah menyaksikan simulasi proses bagaimana memadamkan api,” ucapnya.

Ia menilai profesi tersebut dipandang perlu untuk dipelajari anak usia dini.

“Karena profesi ini kami pandang masih asing bagi anak-anak. Karena saat terjadi kebakaran saja meraka baru beraksi. Jadi anak-anak belum tau banyak tentang profesi pemadam kebakaran,” pungkasnya.

Sementara itu, Instruktur Damkar Agus Setiawan menyampaikan, materi pembelajaran yang diberikan kepada pelajar TK tersebut adalah pengenalan jenis dan bahan penyebab kebakaran hingga proses pemadamannya.

“Jadi pengenalan sejak dini tentang bahaya api. Di sini kami memperkenalkan ada dua jenis kebakaran yang disebabkan dari dua bahan bakar seperti Gas Elpiji dan BBM. Proses pemadaman api sederhana yang kami sampaikan tadi masih menggunakan cara tradisional sepeti menggunakan karung goni,” tuturnya.

Melihat antusias para pelajar usia dini dalam pengenalan profesi damkar, pria yang akrab disapa Bang Rojak itu berharap agar para guru dapat menyampaikan pengetahuannya secara berkelanjutan.

“Kami harap anak-anak dapat mengerti bahaya api dan bila bermain api. Mereka sangat antusias menerima materi yang petugas sampaikan. Jadi mungkin penekanan kami lebih kepada guru pembimbing untuk memberikan pengetahuan ini secara kontinyu,” bebernya.

Menurutnya pengetahuan pemadaman api khususnya saat terjadi kebakaran sangat diperlukan mengingat angka kebakaran di Bumi Sai Wawai semakin meningkat.

“Ini sangat perlu diketahui, baik anak-anak, pembimbing maupun masyarakat. Karena intensitas kebakaran di Kota Metro akhir-akhir ini semakin tinggi. Di Metro sepanjang 2018 kami mencatat ada 28 kasus, dan 2019 ini ada 4 kasus,” tandasnya. (Arby)