Pemkab Lamsel Dirikan Posko Kesehatan di Daerah Terparah Banjir

LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  bereaksi cepat dan tanggap dalam merespon banjir yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Lampung Selatan akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jum’at (31-11-2018) dinihari.

Ada beberapa wilayah yang terdampak banjir akibat derasnya hujan yang turun sejak Jum’at dan Sabtu dini hari. Di beberapa wilayah Kecamatan Kalianda, Sidomulyo, Palas, Penengahan dan Katibung termasuk yang terdampak cukup parah.

Untuk wilayah kecamatan, para Camat secara intens terus melaporkan perkembangan wilayahnya yang terdampak banjir pada group WhatsUpp resmi Pemkab Lampung Selatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Fredy SM, sejak Jum’at sudah meninjau Desa Rangai Tri Tunggal Kecamatan Katibung yang terdampak banjir cukup parah dan memerintahkan Dinas Sosial untuk segera membuat dapur umum.

“Segera buat dapur umum. Ketinggian air sepinggang orang dewasa, perabotan rumah tangga pasti terendam air, nggak mungkin dapat memasak,” kata Fredy kepada Kadis Sosial, Dulkahar melalui saluran telpon.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt)  Bupati Lampung Selatan, yang pada Jum’at masih dinas luar di Jakarta,  segera kembali ke Kalianda Lampung Selatan begitu mendapatkan laporan banjir yang melanda wilayah Lampung Selatan.

“Sebenernya Sabtu ini (1-12-2018) saya masih ada rapat di Jakarta. Padahal dalam rapat itu ada Ibu Megawati (ketua PDI-P) , ada Hasto (Sekretaris PDI-P), ada Cahyo Kumolo (Mendagri). Tapi saya gak tenang karna warga saya sedang kena musibah,” kata Nanang di sela-sela briefing.

“Atas dasar itu,  saya ijin untuk tidak mengikuti rapat lanjutan dan pamit menuju Kalianda. Ya sudah, segera kembali ke Kalianda, urus rakyatmu, “Kata Nanang menirukan ucapan Hasto.

“Dan saya ucapkan terima kasih kepada OPD yang responship dan tetap kompak dalam menangani permasalahan yang ada di wilayah kita. Meski ini hari libur (Sabtu, Red) Bapak/Ibu masih menyempatkan hadir untuk kita bersama-sama, berkoordinasi menangani persoalan banjir secara cepat,” kata Nanang.

Diantara beberapa wilayah,  Desa Rangai Tri Tunggal Kecamatan Katibung yang terletak di sisi jalan Trans Sumatera, merupakan wilayah terdampak banjir paling parah. Selain menyebabkan kemacetan panjang, genangan air sejak jum’at dinihari (sekitar jam 01 jum’at dini hari puncak banjir) setinggi pinggang orang dewasa masih menggenangi beberapa rumah warga hingga jum’at malam. Bahkan air masih menggenangi beberapa rumah warga hingga sabtu. Sementara itu, di wilayah lainnya, kendati genangan air cukup tinggi, akan tetapi lebih cepat surut, berbeda dengan banjir yang terjadi di Desa Rangai Tri Tunggal.

Dengan pertimbangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan tenda darurat di Desa Rangai Tri Tunggal,  guna mengantisipasi jika terjadi banjir susulan dan tenda tersebut dapat menampung sebanyak 60 orang. Sedangkan Dinas Sosial bersama Tagana membuat dapur umum.

Menurut keterangan Sekretaris Tagana Kabupaten Lampung Selatan, Hasran Hadi, dapur umum sudah dipersiapkan sejak jum’at sore.

“Ada 30 personil Tagana, sejak jum’at sore kami sudah bekerja. Dan pagi ini kami mulai masak,  dibantu dengan beberapa ibu-ibu warga sekitar, “kata Hasran Hadi menjelaskan.

Sementara itu,  di Desa Talang Baru Kecamatan Sidomulyo, Puskesmas Sidomulyo mendirikan Posko Kesehatan untuk membantu warga bila ada yang terkena penyakit seperti gatal-gatal akibat dari banjir.

“Sekitar pukul 6 (enam)  pagi,  saya diperintahkan Kepala Dinas Kesehatan (Jimmy Banggas Hutapea) untuk segera mendirikan Posko Kesehatan. Ada 5 personil yang kita bawa untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir, “kata Rokcy, KUPT Puskesmas Sidomulyo menjelaskan. (rls)