Paidjo Geram Ulah Oknum Pol.PP

METRO – Wali dan Wakil Walikota Metro Pairin dan Djohan (Paidjo) geram atas ulah oknum ASN Sat Pol PP Metro berinisial HS (52). Pasalnya, selain terbukti diamankan Polisi atas kepemilikan Senjata Api (Senpi) rakitan di Mapolres Pesawaran, HS juga dilaporkan atas tuduhan penipuan serta penggelapan di Mapolsek Metro Pusat.

Ironisnya, diduga saat melakukan penipuan dengan modus penerimaan calon tenaga kontrak Pol PP tahun 2018 tersebut, HS dengan beraninya mencatut nama Wakil Walikota Metro Djohan dengan meminta sejumlah uang kepada korbannya.

Menanggapi hal itu, Djohan merasa kecewa dan geram atas sikap oknum bawahannya tersebut.

“Karena dia berani jual nama saya, itu ukurannya non job. Bahkan katanya mau bantu Pak Djohan ngawinin anak. Seperak budek dia enggak ngasih saya. Dan yang saya sesalkan juga ada, kita ini kurang apasih, apa salahnya konfirmasi kalo ada yang jual nama pak Pairin dan pak Djohan,” pungkas Djohan saat di konfirmasi awak media di pelataran Kantor Pemkot setempat, Jum’at (28/9/2018).

Sementara itu Wali Kota Metro Achmad Pairin menegaskan, pihaknya akan menindak tegas HS sesuai aturan ASN.

“Jadi kita ini adalah ASN, punya aturan-aturan tentang ASN dan akan kita tegakkan sesuai aturan yang ada. Tidak ada kita mau memberikan peluang dan kesempatan, dan tetap akan kita tegak kan aturan dan ini akan kita tindaklanjuti. Ini jelas, tegas tidak boleh ini main-main,” ucapnya.

Dirinya menuturkan, atas nama Pemerintah Kota Metro tidak akan memberikan toleransi terkait permasalahan HS. Tidak hanya itu, sangsi pemecatan juga menanti HS jika hal tersebut terbukti masuk pelanggaran berat.

“Tidak ada toleransi, rusak pemerintah kalo toleransi hal begitu, rusak. Inilah buat pelajaran, kalo ditolerir nanti ASN ada yang blenyon juga, bahaya saya. Maka tidak ada sama sekali toleransi. Dan ini memungkinkan sampai, tergantung nanti di lihat sangsi nya apa, kan ada sangsi ringan, sedang hingga berat,” tuturnya.

Pairin juga mengimbau seluruh ASN di Bumi Sai Wawai agar tidak meniru prilaku HS, terlebih mencatut nama pejabat di lingkup Pemkot Metro.

“Emang gitu, sering begitu dekat mencatut nama dan itu yang berbahaya. Dan saya himbau jangan sampai kejadian ini mengimbas pada yang lain,” tandasnya. (Arby)